Malang Raya

Sertifikat Tanah Jalan Gajah Sudah Dikantongi Pemkot Batu, Tapi Belum Ada Tarikan Sistem Sewa

Sertifikat kepemilikan aset Pemkot Batu di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Sisir, sudah di bagian Aset Kota Batu.

Sertifikat Tanah Jalan Gajah Sudah Dikantongi Pemkot Batu, Tapi Belum Ada Tarikan Sistem Sewa
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Pertokoan di Jalan Gajah Mada, Kota Batu, Minggu (11/3/2018). 

SURYAMALANG.COM, BATU - Sertifikat kepemilikan aset Pemkot Batu di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Sisir, sudah di bagian Aset Kota Batu. Namun sertifikat itu hanya untuk tanah saja, bangunannya milik pedagang yang sudah menetap di sana.

Tidak hanya itu, rencananya untuk memberlakukan sewa tarif pinjam pakai sebesar 5 persen juga masih belum diberlakukan. Rencananya sepanjang jalan tersebut bakal dikenai tarif. Kabid Aset Pemkot Batu, Harul Sunaryo mengatakan, sejauh ini baru sertifikat tanah saja yang sudah dimiliki Pemkot Batu.

"Ya sudah di aset kepemilikan sertifikat tanahnya. Tapi bangunannya milik setiap pedagang di sana. Karena pedagang di sana sudah menempati lokasi itu sejak sebelum Kota Batu jadi kota pemerintahan," kata Harul, Minggu (11/3/2018).

Dikatakannya, belum juga diberlakukannya tarif sewa pinjam itu karena Perwali 31 tahun 2015 tentang Tata Cara Sewa Aset Pemkot itu belum direvisi. Ia menyebut dalam tarif itu ditentukan dengan rumus (Luas Tanah dan Bangunan × NJOP Tahun saat itu × tarif sewa 5 persen).

Sejauh ini, tarif itu masih harus direvisi, karena di sepanjang jalan tersebut penghasilan setiap pedagang yang memiliki bangunan di Jalan Gajah Mada berbeda-beda.

"Kalau yang usahanya besar tidak masalah dengan tarif segitu, tetapi bagaimana kalau yang penghasilan usahanya kecil, pasti mereka keberatan. Kami tidak ingin membuat masalah hanya karena satu hal," ungkap Harul.

Oleh karena itu, pihaknya harus berhati-hati dalam menentukan tarif sewa. Karena tarif itu akan masuk ke pendapatan Kota Batu. Setidaknya ada sekitar 39 toko di Jalan Gajah Mada yang akan diberlakukan sewa.

Satu pedagang di Jalan Gajah Mada, Rasyid mengatakan langkah Pemkot Batu untuk menemtukan tarif sesuai dengan pengasilan setiap pedagang memang sangat tepat.

Karena pendapatan setiap pedagang di sana tidak sama.

"Kasihan jika memang pendapatannya kecil tapi tarifnya tinggi. Untuk mendapatkan hasil maksimal dalam satu bulan saja tidak cukup, apalagi disuruh bayar tarif segitu," kata dia.

Pihaknya mewakili pedagang di sana berharap ada kebijakan yang adil dari pemkot Batu. Karena, pedagang di sana juga berjuang dengan pendapatannya masing-masing untuk mengembangkan usahanya. Seperti mendirikan bangunan, membayar retribusi.

"Tapi kami belum dipertemukan lagi untuk diberitahu terkait sertifikat tanah. Ya itu tadi, tarif harus adil dan sesuai," pungkasnya.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved