Malang Raya

Bermodalkan Celurit, Warga Poncokusumo Malang Bisa Miliki Motor dan Hp, Tapi Akibatnya Fatal

Korban, menurut Farid Fathoni, bersama orang tua dan dibantu warga sekitar melapor kejadian yang dialaminya ke Polsek Wajak.

Bermodalkan Celurit, Warga Poncokusumo Malang Bisa Miliki Motor dan Hp, Tapi Akibatnya Fatal
IST
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, WAJAK - Nekat lakukan pemerasan dan ancaman kekerasan, Elly P (30) warga Desa Pajaran, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang ditangkap Polisi.

Dari tangan tersangka, diamankan satu unit sepeda motor Honda Blade nopol N 2364 ID yang dirampas dari korban di Desa Ngembal, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Minggu (11/3/2018) malam.

Kasubag Humas Polres Malang, AKP Farid Fathoni menjelaskan, dari laporan masuk disebutkan, kasus tersebut berawal dari korban yang masih usia anak bersama temannya berhenti di Jalan Raya Desa Ngembal, Kecamatan Wajak.

Kedua anak tersebut didatangi oleh pelaku bersama seorang temannya. Tanpa banyak bicara, pelaku bersama temannya meminjam handphone milik korban.

Namun ketika handphone akan diminta kembali oleh korban tidak dikembalikan. Justru pelaku bersama temannya mengeluarkan senjata tajam celurit dari balik bajunya.

Selanjutnya, pelaku juga meminta sepeda motor yang dikendarai korban.

"Karena takut, handphone dan sepeda motor korban diserahkan pada dua pelaku yang langsung kabur," kata Farid Fathoni mendampingi Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, Senin (12/3/2018).

Korban, menurut Farid Fathoni, bersama orang tua dan dibantu warga sekitar melapor kejadian yang dialaminya ke Polsek Wajak.

Jajaran Polsek Wajak langsung menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan penyelidikan.

Hingga akhirnya Elly salah satu pelaku perampasan dengan ancaman kekerasan berhasil dibekuk jajaran Polsek di rumahnya.

Pelaku tidak dapat mengelak dari tuduhan setelah jajaran Polsek menemukan barang bukti sepeda motor hasil kejahatan yang dirampas dari korban.

"Saat ini, teman pelaku masih dilakukan pengejaran oleh jajaran Polsek. Tersangka terancam dijerat Pasal 368 KUHP tentang tindak pidana pemerasan dan ancaman. Tersangka terancam hukuman hingga 9 tahun penjara," tutur Farid Fathoni.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help