Malang Raya

DPRD Kabupaten Malang Jengkel Nilai Kontribusi Sumber Air Wendit Belum Ditetapkan

Belum adanya keputusan nilai kontribusi pemanfaatan Sumber Air Wendit membuat DPRD Kabupaten Malang jengkel

DPRD Kabupaten Malang Jengkel Nilai Kontribusi Sumber Air Wendit Belum Ditetapkan
SURYAMALANG.COM/Ahmad Amru Muiz
Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Malang bidang Pemerintahan, Didik Gatot Subroto 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Belum adanya keputusan nilai kontribusi pemanfaatan Sumber Air Wendit membuat DPRD Kabupaten Malang jengkel.

Pasalnya, janji dari Pemprov Jatim dengan membentuk tim kajian untuk menentukan nilai kontribusi pemanfaatan Sumber Air Wendit bersama Pemkab Malang dan Pemkot Malang dengan masa waktu tiga bulan, hingga kini belum ada keputusan.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto mengatakan, dengan belum adanya keputusan nilai kontribusi pemanfaatan Sumber Air Wendit dipastikan kerugian akan semakin besar dialami Kabupaten Malang.

Sebeb, nilai kontribusi pemanfaatan Sumber Air Wendit oleh Pemkot Malang dalam hal itu PDAM Kota Malang nilainya tetap sebesar Rp 80 per meter kubik.

"Kami khawatir bila itu terus terjadi dan berlarut-larut, maka Kabupaten Malang yang terus-terusan merugi," kata Didik Gatot Subroto, Senin (12/3/2018).

Dijelaskan Didik Gatot Subroto, DPRD Kabupaten Malang cukup memahami kalau air merupakan kebutuhan utama warga. Dengan demikian, apapun alasannya air bersih harus tetap dialirkan untuk memenuhi kebutuhan warga.

Akan tetapi, dikatakan Didik Gatot Subroto, kalau air tetap dialirkan dari sumber air namun tidak ada upaya pelestarian maka debit air pasti akan mengalami penurunan dan lama kelamaan bisa terhenti. Untuk melestarikan sumber air tersebut membutuhkan anggaran cukup besar seperti melakukan program penghijauan dan pelestarian lingkungan sekitar sumber air.

"Jadi, warga Kabupaten Malang yang APBD digunakan untuk program pelestarian Sumber Air Wendit, sementara pengguna air tidak mau tahu dengan kontribusi kecil tidak sebanding dengan biaya pelestarian sumber air. Apa harus terus seperti itu," ucap Didik Gatot Subroto.

Oleh karena itu, menurut Didik Gatot Subroto, Komisi I DPRD mendesak Bupati Malang mengambil sikap tegas terkait Sumber Air Wendit bila tidak segera ada keputusan nilai kontribusi air dari Pemprov Jatim.

Yakni dengan menurunkan setengah debit air yang didistribusikan ke PDAM Kota Malang dan bisa dialihkan ke pipa PDAM Kabupaten Malang untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat Kabupaten Malang. Langkah tersebut sebagai jawaban dan antisipasi dari terus tertundanya putusan nilai kontribusi pemanfaatan sumber air Wendit.

"Dan PDAM Kabupaten Malang bisa ditunjuk oleh Bapak Bupati sebagai pengelola Sumber Air Wendit dengan Perbup secepatnya," ucap Didik Gatot Subroto.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help