Malang Raya

FMPP Adukan Penahanan Ijazah SMPN 4 Kepanjen ke Polres Malang

Dugaan penahanan ijazah di SMPN 4 Kepanjen tahun 2016 dan 2017 diadukan ke Polres Malang.

FMPP Adukan Penahanan Ijazah SMPN 4 Kepanjen ke Polres Malang
SURYAMALANG.COM/Ahmad Amru Muiz
Mantan ketua komite SMPN 4 Kepanjen Malang, Sugiyanto (tengah) 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Dugaan penahanan ijazah di SMPN 4 Kepanjen tahun 2016 dan 2017 diadukan ke Polres Malang.

Anggota Front Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) dan Gerakan Rakyat Peduli Pendidikan (GRPP), Asep Suryaman mengatakan penahanan ijazah itu tidak boleh terjadi.

Apalagi penahanan ijazah tersebut karena siswa belum melunasi SPP dan dana bantuan investasi.

“Ada 71 ijazah siswa yang tidak diberikan oleh komite dan kepala sekolah lama.”

“Ini yang kami adukan sebagai pelanggaran hukum,” kata Asep Suryaman kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (13/3/2018).

Menurutnya, siswa yang ijazahnya ditahan tersebut rata-rata berasal dari keluarga kurang mampu.

Makanya para siswa itu tidak dapat melunasi SPP dan bantuan investasi.

Para orang tua siswa tersebut sempat datang dan meminta ijazah anaknya bisa dikeluarkan.

Namun, tetap ijazah tidak bisa keluar sebelum para orang tua melunasi kewajiban pembayaran.

“Makanya wali murid merasa dirugikan atas kebijakan penahanan ijazah tersebut,” ucap Asep Suryaman.

Sementara itu, komite lama SMPN 4 Kepanjen, Sugianto membantah pihaknya mengeluarkan surat untuk menahan ijazah siswa yang belum melunasi pembayaran SPP dan bantuan investasi.

Justru yang terjadi sebaliknya.

Menurutnya, komite minta SMPN 4 Kepanjen memberikan semua ijazah siswa yang tidak mampu.

“Kami memang tanda tangan untuk mengeluarkan ijazah siswa.”

“Bukannya kami dituduh ikut menahan ijazah,” kata Sugiyanto.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help