Malang Raya

Mahasiswi Jepang Bicara Banyak Soal Indonesia, Mulai Tarian sampai Kehidupan di Kota Malang

Atsumi Fujii (21) ikut program Darmasiswa dari pemerintah Indonesia. Dia ditempatkan di STIE Malangkuceswara Malang.

Mahasiswi Jepang Bicara Banyak Soal Indonesia, Mulai Tarian sampai Kehidupan di Kota Malang
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Atsumi Fujii 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Atsumi Fujii (21) ikut program Darmasiswa dari pemerintah Indonesia.

Dia ditempatkan di STIE Malangkuceswara Malang.

Atsumi mendapat nama Indonesia, yaitu Widati.

“Saya tertarik budaya Indonesia. Saya memilih belajar menari,” jelas Atsumi kepada SURYAMALANG.COM  beberapa waktu lalu.

Dia sudah menguasai tiga tarian tradisional, yaitu Tari Topeng Malangan, Tari Merak, dan Tari Gandrung.

Mahasiswi Kanda University, Jepang ini punya kesan terhadap tarian tradisional Indonesia.

“Semua bagian tubuh digerakkan, mulai jari kaki sampai kepala.”

“Beda dengan tarian tradisional di Jepang,” papar gadis kelahiran Tokyo ini.

Cara menari di Jepang pelan-pelan.

Jadi bisa dilakukan oleh anak-anak sampai orang tua.

Dia sempat memamerkan Tari Gandrung Banyuwangi saat ada acara di kampus berjuluk ABM ini.

Dia latihan sebanyak 10 kali.

Mahasiswi semester 7 jurusan Bahasa Indonesia ini mengaku awalnya sulit selama latihan.

Kemudian dia bisa menari.

Dia kerasan tinggal di Malang.

“Cuacanya cocok. Kalau saya salah Bahasa Indonesia juga dibantu,” jelasnya.

Ketika pertama kali datang ke Indonesia, dia sempat khawatir.

Dia takut tidak cocok, seperti lingkungan dan makanan.

Ternyata, semuanya cocok semua.

“Saya ingin nanti kembali ke Indonesia,” ujarnya.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved