Malang Raya

Para Pemulung Resah Gara-gara Bekas TPA Lowokdoro Akan Ditanami Pohon

SUARA PEMULUNG #MALANG: Penghasilan kami sebulan paling Rp 1,5 juta. Itu untuk hidup sekeluarga dan sekolah dua adik saya.

Para Pemulung Resah Gara-gara Bekas TPA Lowokdoro Akan Ditanami Pohon
sri wahyunik
Para pemulung di lokasi bekas tempat pembuangan akhir (TPA) Lowokdoro di Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sukun, Kota Malang. 

SURYAMALANG.COM, SUKUN - Pemkot Malang hendak mengalihfungsikan bekas tempat pembuangan akhir (TPA) Lowokdoro di Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sukun menjadi ruang terbuka hijau.

Tahun ini kawasan itu rencananya ditanami dengan pepohonan yang nantinya bisa tumbuh besar.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Agoes Edy Poetranto, penanaman pohon di eks TPA Lowokwaru itu sudah direncanakan sejak tahun 2017.

"Namun baru dianggarkan tahun 2018 ini, sehingga secara bertahap nanti akan ditanami pepohonan. Jenis pohon-pohon langka. Sebab eks TPA ini sudah tidak difungsikan sejak lama," ujar Agoes, Selasa (13/3/2018).

Namun rencana dari Pemkot Malang ini membuat resah 23 kepala keluarga (KK) yang menghuni kawasan bekas TPA Lowokdoro itu. Mereka menjadi pemulung dan pemilah sampah di tempat itu.

Truk sampah milik Pemkot Malang memang tidak membuang sampah lagi di tempat itu. Sampah yang diangkut truk Pemkot Malang dibuang ke TPA Supiturang.

Namun setiap hari, petugas pengambil sampah di kampung dan lingkungan sekitar Lowokdoro mengirimkan sampah ke tempat itu.

Sejumlah pemulung juga menempatkan sampah mereka di kawasan tersebut, untuk kemudian dipilah dan dijual.

Dua hari terakhir, pemulung di bekas TPA Lowokdoro itu tidak lagi memilah sampah. Berhentinya aktivitas mereka seiring adanya larangan dari petugas Pemkot Malang pada Senin (12/3/2018).

"Kemarin ada petugas dari Kotamadya (Pemkot Malang) datang. Katanya di sini akan ditutup dan tidak boleh ada sampah dibuang ke sini lagi," ujar Suna Kristiana (20), perempuan muda yang bersama kelurganya menjadi pemulung di tempat itu.

Halaman
12
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help