Surabaya

Tanggapan Surabaya Black Hat Ihwal 3 Mantan Anggotanya yang Ditangkap FBI

3 HACKER SURABAYA MENGGUNCANG DUNIA. Inilah keterangan mantan ketua Surabaya Black Hat, komunitas ahli teknologi informasi.

Tanggapan Surabaya Black Hat Ihwal 3 Mantan Anggotanya yang Ditangkap FBI
Pixabay/TheDigitalArtis
ILUSTRASI - Hacker. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Tiga hacker atau peretas 600-an situs di 40 negara yang ditangkap Federal Bureau of Investigation (FBI) diketahui pernah bergabung dengan Surabaya Black Hat (SBH).

Ini komunitas anak-anak muda bidang teknologi informasi yang berbasis di Surabaya.

Mantan ketua komunitas itu, Rama Zeta, mengakui, satu dari tiga orang itu sudah lama bergabung di organisasi yang berdiri sejak 2011 silam itu.

"Benar anggota biasa saja, cuma yang perlu diluruskan Surabaya Black Hat bukan seperti yang diberitakan, bahwa semua anggotanya melakukan hal seperti itu. Ada satu yang lama (salah satu yang tertangkap), cuma tiap tahun pasti rotasi dan mereka bertiga sudah bukan anggota tetap di SBH tahun ini," ungkapnya kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (13/3/2018).

Rama menjelaskan, segala bentuk tindakan ilegal oleh anggota SBH terlepas dari tanggungjawab organisasi.

"Di forum sudah ada peraturannya bahwa kegiatan hacking, deface dan sebagainya adalah tindakan ilegal di Indonesia dan sudah diatur dalam UU ITE. Segala tindakan ilegal yang dilakukan di luar forum, di luar pertanggungjawaban SBH dan itu tanggung jawab pribadi," tegasnya.

Rama tidak memungkiri bahwa organisasinya juga sering diskusi soal hacking dan deface. Menurutnya, diskusi tersebut hanya untuk edukasi saja.

"Lebih ke prevention dan bukan web orang yang dicoba. Tapi web lokal," tambahnya.

Terkait kasus hacking ini, Rama tidak mau menganalisa banyak.

Dia juga tidak bisa membenarkan keuntungan apa yang 3 anggota tersebut dapatkan setelah melakukan hacking.

Halaman
12
Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved