Simon McMenemy

Bhayangkara FC Kalah Beruntun, Pelatih Simon McMenemy Frustasi

#LAMONGAN - Kekurangan kami satu, yakni penyelesaian akhir di lini depan, itu cukup membuat saya frustasi," kata Simon McMenemy

Bhayangkara FC Kalah Beruntun, Pelatih Simon McMenemy Frustasi
dya ayu
Simon McMenemy, pelatih Bhayangkara FC usai laga lawan Persela Lamongan, Rabu (14/3/2018) malam. 

SURYAMALANG.COM, LAMONGAN - Mendapat tiga kekalahan beruntun dalam Jakajaya Friendly Game 2018 di Lamongan, pelatih Bhayangkara FC, Simon McMenemy, merasa frustasi.

Pelatih asal Skotlandia mengklaim, skuadnya telah tampil bagus setiap pertandingan namun selalu gagal dan tak banyak mencetak gol.

Bayangkan saja, dari tiga laga yang dijalani dalam ujicoba persahabatan ini, tim itu hanya mencetak satu gol padahal secara permainan selalu menguasai jalannya pertandingan.

"Pertandingan ini tadi bikin frustasi. Kami bermain bagus dari awal hingga akhir, bertahan bagus, tapi lagi-lagi kekurangan kami satu, yakni penyelesaian akhir di lini depan, itu cukup membuat saya frustasi," kata Simon McMenemy usai laga, Rabu (14/3/2018) malam.

Pihaknya menduga, karena gagalnya memanfaatkan peluang, timnya akhirnya justru balik diserang oleh tim lawan sehingga berakhir dengan kekalahan.

"Sebelumnya di dua laga (lawan Persipura dan Barito) juga kalah dengan cara yang sama. Ini terjadi karena kalau peluang gagal dimanfaatkan, itu juga memberikan peluang pada tim lawan. Namun ini bisa jadi pelajaran untuk kedepan agar kami mampu menyelesaikan peluang saat kompetisi," ujarnya.

Simon menegaskan, buntunya lini depan terjadi karena hingga kini BFC masih belum mendapatkan tambahan striker asing yang sesuai harapannya, apalagi baru saja BFC mencoret nama David Da Silva striker asal Brasil, karena tak sesuai harapan.

"Dalam waktu sepuluh hari ke depan kami harus ada striker baru dan harus dapat. Kemarin sudah ada tapi tidak cocok," jelas Simon.

UPDATE BERITA TERKINI: 

LIKE Facebook Surya Arema
FOLLOW Instagram Surya Malang
FOLLOW Twitter Surya Malang

Penulis: Dya Ayu
Editor: yuli
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help