Pilkada Kota Malang

Lebih dari 2.500 Pemilih Berada di Penjara Kota Malang

#MALANG - Jumlah pemilih di Lapas Lowokwaru mencapai 2.183 orang, di Lapas Sukun mencapai 480an. Jadi, total lebih dari 2.500 orang.

Lebih dari 2.500 Pemilih Berada di Penjara Kota Malang
SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
KAMPANYE - Pengguna jalan melintasi baliho Alat Peraga Kampanye (APK) tiga Pasangan Calon (Paslon) Pilkada Kota Malang 2018 di Jalan Arief Rahman Hakim, Kota Malang, Rabu (14/3/2018). Komisi Pemilihan Umum Kota Malang mulai memasang APK resmi yang ditempatkan di sejumlah titik sesuai ketentuan untuk mensosialisasikan kontestan Pilkada Kota Malang 2018. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Para narapidana (dihaluskan jadi warga binaan) penjara atau Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Malang tetap bisa menyalurkan hak pilih mereka dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018.

Warga binaan yang memilih di Lapas Malang akan memilih Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang.

Karenanya warga binaan nanti dikelompokkan menjadi dua yakni warga Jawa Timur, sekaligus warga Kota Malang.

"Nanti yang memilih hanya warga Jatim untuk memilih gubernur dan wakil gubernur, ditambah warga Kota Malang yang memilih wali kota dan wakilnya selain memilih gubernur dan wakilnya," ujar Komisioner KPU Kota Malang Deny R Bachtiar, Rabu (14/3/2018).

Karenanya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang menyediakan Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Lapas. Terdapat lima TPS di dua Lapas, Lapas kelas 1 Malang atau Lowokwaru dan Lapas Wanita Sukun.

Empat TPS disediakan di Lapas Lowokwaru, dan satu TPS di Lapas Sukun.

Sampai saat ini, jumlah pemilih di Lapas Lowokwaru mencapai 2.183 orang, sedangkan di Lapas Sukun mencapai 480an. Jadi, total lebih dari 2.500 orang.

"Karenanya di Lapas Lowokwaru kami sediakan empat TPS. Terkait metode memilih untuk warga binaan di Lapas sebenarnya ada dua, mereka bisa memilih di TPS terdekat di Lapas atau KPU menyediakan TPS di Lapas. Akhirnya kami memilih menyediakan TPS di Lapas," imbuh Deny.

Sedangkan di Lapas Sukun hanya disediakan satu TPS karena jumlahnya pemilihnya hanya 480an. Sementara satu TPS, bisa dipakai untuk menyalurkan hak pilih maksimal oleh 800 orang pemilih.

Ketika ditanya tentang kemungkinan adanya tahanan titipan dari sel polisi (Polres dan Polsek), Deny mengatakan jika mereka warga Jatim juga Kota Malang tetap bisa menyalurkan hak pilihnya.

Halaman
12
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help