Surabaya

Penembak Mobil Pejabat Surabaya Bisa Dituntut 20 Tahun Penjara, Bahkan Hukuman Mati

PENEMBAK MOBIL PEJABAT SURABAYA terancam penjara selama 20 tahun, seumur hidup atau bahkan hukuman mati. Apa motif di balik ulahnya?

Penembak Mobil Pejabat Surabaya Bisa Dituntut 20 Tahun Penjara, Bahkan Hukuman Mati
fatkhul alami
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA – Penyidik Satreskrim Polrestabes Surabaya langsung menahan RM, penembak mobil Ery Cahyadi, Kepala Dinas perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Pemkot Surabaya, Jumat (16/3/2018).

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran, menjelaskan, RM ditahan 20 hari di Mapolrestabes Surabaya. Itu sesuai KUHP dan jika penyidikan belum selesai, bisa ditambah 40 hari.  

“Tersangka sudah kami tahan, dia melakukan (penembakan) sendiri,” jelas Sudamiran.

Dalam aksus ini, RM terancam hukuman berat.

Penyidik menjeratnya tiga pasal sekaligus, yakni Pasal 1 ayat (1) Undang-undang (UU) Darurat No.12 tahun 1951 tentang senjata api. Ancamannya, penjara selama 20 tahun, seumur hidup atau hukuman mati.

Kemudian RM juga dikenai Pasal 335 ayat (1) KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan serta Pasal 406 KUHP tentang pengrusakan.

“Kami melakukan penydidikan dan gelar perkara dengan didampingi pengawas internal dan ekternal,” terang Sudamiran.

Soal motif pelaku, lanjut Sudamiran, lantaran sakit hati kepada korban. Cuma secara detailnya akan disampikan Kapolrestabes (Kombes Pol Rudi Setiawan) pada Sabtu (17/3/2018).

 “Soal motif secara rinci akan disampikan Pak Kapolres besok (Sabtu, 17/3/2018),” cetus Sudamiran.

Penyidik masih terus mengembangkan kasus ini. Saat ini sudah ada enam saksi yangs udh dimintai keterangan. Tim Latfor Polda Jatim juga sudah memeriksa proyektil yang sempat tertinggal di mobil korban.

“Iya, Labfor sudah memeriksa mobil dan proyektil. Nanti akan diperiksa di Balistik guna mengetahui apakah proyektil itu berasal dari senjata milik pelaku,” pungkas Sudamiran.

Penulis: fatkhulalami
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved