SuryaMalang/

Kekurangan Gizi Jadi Faktor Utama Angka Kematian Ibu

Survei tahun 2015, Angka Kematian Ibu (AKI) yaitu 305 per 100.000 kelahiran hidup.

Kekurangan Gizi Jadi Faktor Utama Angka Kematian Ibu
Sulvi Sofiana
Dokter spesialis gizi klinik RS Mitra Keluarga Satelit Surabaya, dr Noviani SpGK (tengah). 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Menurut data Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2015, Angka Kematian ibu (AKI) yaitu 305 per 100.000 kelahiran hidup.

Jumlah ini masih terbilang tinggi walau telah mengalami penurunan jika dibandingkan dengan 2012, yaitu 359 per 100.000 kelahiran hidup.

Penurunan ini bisa dibilang sangat lambat dan tidak signifikan, sehingga AKI masih sangat membutuhkan perhatian.

Dokter spesialis gizi klinik RS Mitra Keluarga Satelit Surabaya, dr Noviani SpGK mengungkapkan AKI tak lepas dari pemenuhan gizi seimbang pada ibu hamil.

Pemenuhan gizi ini sebagai upaya mencegah penyebab AKI. Empat penyebab utama AKI adalah pendarahan, eklamsia, infeksi serta komplikasi dari aborsi ataupun persalinan.

"Eklamsia dapat dicegah dengan mencukupi kebutuhan mikronutrien ibu, mulai dari antioksidan penting seperti selenium, enzim Q10, fish oil, vitamin C dan vitamin E, untuk kehamilan yang Optimal," ujarnya.

Ia menjelaskan, mikronutrien ini merupakan asupan nutrisi dalam jumlah yang kecil. Sehingga kadang tidak hanya dipenuhi dengan bentuk makanan langsung, bisa jadi melalui suplemen makanan.

"Kekurangan mikronutrien ini juga bisa dilihat berdasarkan data nasional dari Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 lalu juga menunjukkan prevalensi risiko Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada wanita hamil sebanyak 24,296," ujarnya usai seminar kampanye Bunda PAS (Peduli Asupan Sehat) di Surabaya, Sabtu (17/3/2018).

KEK merupakan status kurang gizi yang disebabkan oleh berkurangnya asupan nutrisi dalam jangka waktu yang cukup lama. Sehingga, menyebabkan gangguan yang akan terjadi pada kesehatan si ibu dan janin yang dikandungnya.

"Sayangnya kondisi KEK biasanya terjadi pada wanita usia subur yaitu 15-45 tahun," ujarnya.

Untuk itu,lanjutnya, untuk mempersiapkan kehamilan harus menyiapkan kondisi badan yang cukup gizi sebelum kehamilan.

"Pencapaian dan pengaturan berat badan yang ideal dan penerapan pola hidup yang sehat dan gizi seimbang sebelum, saat dan setelah periode kehamilan, agar kesehatan ibu dan janin optimal,” jelasnya.

Tags
Surabaya
Penulis: sulvi sofiana
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help