Surabaya

Bukan Hoax! Ada Potensi Gempa Mulai Waru di Sidoarjo sampai Kota Surabaya

AHLI GEOLOGI ITS SURABAYA: Itu bukan hoax tapi rilis resmi dari pusat gempa Kementerian. Sebaiknya kita tak perlu menolak informasi ini

Bukan Hoax! Ada Potensi Gempa Mulai Waru di Sidoarjo sampai Kota Surabaya
SESAR KENDENG - Pada 1937 tercatat di Surabaya juga pernah terjadi gempa bersamaan dengan di Jombang karena satu patahan. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Kota Surabaya menurut anggapan kebanyakan orang, steril dari gempa.

Namun hasil penelitian ilmiah menunjukkan, mulai dari Kecamatan Waru di Kabupaten Sidoarjo hingga kawasan Jalan Mayjen Sungkono, Surabaya, berpotensi terjadi gempa. 

Bahkan dari hasil penelitian yang bisa dipertanggungjawabkan, sepanjang garis wilayah ini ada potensi gempa sama tingginya dengan wilayah potensial lain. 

Pusat Gempa Nasional Kementeriaan Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan bahwa wilayah Surabaya itu dilalui Sesar Kendeng. Yakni patahan bumi yang membentang dari Flores hingga Bandung. 

Rekahan atau patahan itu melintang di antaranya melintasi Waru, Mayjen Sungkono, Cerme, Jombang, hingga Nganjuk. Kendeng adalah pusat patahan yang berada di wilayah Nganjuk.

Setiap saat, patahan bumi itu bisa bergerak hingga mengguncangkan permukaan bumi Surabaya. Padahal saat ini banyak gedung bertingkat kebanyakan ada di Surabaya Barat itu. 

"Itu bukan hoax tapi rilis resmi dari pusat gempa Kementerian. Sebaiknya kita tak perlu menolak informasi ini. Yakin kita bisa diselamatkan dan hanya perlu antisipasi," kata pakar Geologi ITS Surabaya, Amien Widodo, Kamis (23/3/2018).

Bahkan ahli gempa ini juga menyampaikan potensi gempa Surabaya itu dalam diskusi bertema Harmoni bersama Bencana di Hotel Premier Palace, Jl Juanda, Sidoarjo.

Diskusi bertema Harmoni bersama Bencana di Hotel Premier Palace, Jl Juanda, Sidoarjo.
Diskusi bertema Harmoni bersama Bencana di Hotel Premier Palace, Jl Juanda, Sidoarjo. (nuraini faiq)

Selain Amien, Kepala BMKG Pusat Dwikorita Karnawati, Basarnas, dan anggota DPR RI ada dalam diskusi itu. 

"Tugas semua pemangku kepentingan mencari zona patahan. Bayangkan, dalam setahun ada 7.000 getaran akibat patahan di Indonesia. Setiap hari ada 360 getaran gempa, termasuk Surabaya," kata Dwikorita.

Halaman
12
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved