Gresik

Pelajar SMP Gresik Gantung Diri di Depan Kelas, Begini Kata Keluarganya

#GRESIK - Wahyu Setyawan (15), pelajar SMP di Gresik, tewas gantung diri di depan ruang kelas. Apa penyebabnya? Begini kata keluarganya.

Pelajar SMP Gresik Gantung Diri di Depan Kelas, Begini Kata Keluarganya
sugiyono
GANTUNG DIRI - Jenazah Wahyu Setyawan yang gantung diri di area SD Islam Nurul Iman, Desa Sidojangkung, Kecamatan Menganti, Gresik, Jumat (30/3/2018). 

SURYAMALANG.COM, GRESIK - Wahyu Setyawan (15), pelajar SMP di Yayasan SD Islam Nurul Iman, Desa Sidojangkung, Kecamatan Menganti, Gresik, tewas gantung diri di depan ruang kelas.

Kejadian tersebut diketahui warga sekitar sekolah sekitar pukul 05.00 WIB.

Saksi mata yang pertama melihatnya adalagh Matori (56), warga sekitar.

Ia sedang jalan pagi dan melihat orang tergantung di sekolahan. Kemudian Matori mendatangi sekolah tersebut, ternyata anak yang tergantung.

Selanjutnya, saksi memanggil Andri Purwanto (70), warga Perumahan Menganti Satelit, Desa Sidojangkung Kacamatan Menganti,membuka pintu pagar sekolah dan memberi tahu penjaga sekolah dan warga lainnya.

Korban diketahui gantung diri dengan dua kain taplak meja sepanjang 3, 6 meter yang disambung kemudian diikatkan ke penyangga genteng.

Korban gantung diri di pagar depan ruang kelas lantai 2 SD Islam Nurul Iman.

Selanjutnya saksi memberitahu orang tua korban dan melaporkan ke Polsek Menganti.

Selanjutnya, anggota Polsek Menganti menghubungi tenaga kesehatan untuk pemeriksaaan luar.

"Hasil pemeriksaan medis terdapat bekas jeratan tali pada leher korban dan tinja," kata Kapolsek Menganti AKP Wafieq, Jumat (30/3/2018).

Setelah orangtua datang, pihak keluarga membuat pernyataan tidak menuntut kepada pihak manapun dan tidak dilakukan outopsi terhadap jenazah.

Orangtua korban juga memahami bahwa almarhum mempunyai kelainan jiwa.

"Menurut keterangan keluarga almarhum, mempunyai keterbelakangan mental, sering keluar malam dengan jalan lompat jendela," imbuhnya. 

Menurut keterangan keluarganya, almarhum mempunyai keterbelakangan mental.

Penulis: Sugiyono
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help