Rindu Kuliner Tempo Dulu? Yuk, Berburu di Festival Jajanan Tradisonal, Lippo Plaza Kota Batu

FESTIVAL JAJANAN TRADISIONAL DI KOTA BATU: Ada cenil, klanting, jenang, ketan hitam, tewul, jamu, hingga jenang jagung.

Rindu Kuliner Tempo Dulu? Yuk, Berburu di Festival Jajanan Tradisonal, Lippo Plaza Kota Batu
Pixabay/RitaE
ILUSTRASI 

SURYAMALANG.COM, KOTA BATU - Untuk pertama kalinya Kota Batu mengadakan Festival Jajanan Tradisional.

Sebanyak 60 pelaku UMKM di Kota Batu memadati area parkir di Lippo Plasa Batu, Jumat (30/3).

Mereka menjajahkan jajanan tradisional, mulai dari makanan dan minuman. Di sana juga disediakan kursi dan meja untuk pengunjung yang ingin menikmati jajanan langsung di makan di sana.

Ada banyak makanan tradisional yang disuguhkan dalam festival Jajanan Tradisional. Di antaranya, ada cenil, klanting, jenang, ketan hitam, tewul, jamu, bir pletok, asem gula jawa, arum manis, jenang jagung, dan masih banyak lagi. Pengunjung juga terlihat menikmati jajanan tradisional itu. Bahkan ada yang bernostalgia dengan jajanan itu.

Zwageri, pengunjung dari Probolinggo mengatakan dirinya merindukan makanan tradisional ini.

"Di tempat saya saja sudah jarang makanan seperti ini. Kalau nggak ke pasar gak bakal nemu makanan ini. Yang paling saya suka itu tiwul. Ini aja beli banyak sekalian dibawa pulang," kata dia sembari menikmati jajanan tradisional.

BERAS KENCUR - Stand makanan dan minuman tempo dulu di halaman parkir Lippo Plaza Batu, Jumat (30/3/2018).
BERAS KENCUR - Stand makanan dan minuman tempo dulu di halaman parkir Lippo Plaza Batu, Jumat (30/3/2018). (sany eka putri)

Festival Jajanan Tradisional ini digelar selama tiga hari, hingga Minggu (1/4/2018). Harga yang ditawarkan juga beragam, mulai Rp 5000.

Beberapa makanan dalam waktu sekejap sudah habis diburu oleh pembeli. Kegiatan ini diadakan untuk mengenalkan makanan tradisional kepada masyarakat.

Kasi Pembinaan Usaha dan Pengembangan Ekspor Impor Diskoperindag Kota Batu, Inol rtadiansyah mengatakan, kegiatan ini untuk mendukung pelaku UMKM di Kota Batu.

"Sebelum acara ini, kami memberikan pelatihan kepada pelaku UMKM agar mereka tahu bagaimana menyajikan jajanan tradisional dengam tampilan yang bagus," ungkap Inol.

Ia menambahkan, karena banyak yang habis karena laku dihari pertama ini, besok pelaku UMKM ini akan membawa peralatan masak. Agar, jika habis bisa langsung dibuat.

"Rencana festival ini akan kami buat selama triwulan sekali. Kami lihat dulu antusias pengunjung. Dan ternyata antusiasnya banyak sekali, justru ini yang dicari-cari oleh mereka," ungkap dia.

Satu pelaku UMKM, Misni mengatakan kalau kegiatan ini bisa mengangkat pelaku usaha yang menjajahkan makanan dan minuman tradisional. Karena sejauh ini, makanan dan minuman tradisional dianggap sebelah mata.

"Jarang yang jualan makanan dan minuman tradisional di mall. Dengan kegiatan ini, kami juga bisa mengobati kerinduan penikmat makanan dan minuman tradisional," kata dia.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help