Blitar

Kisah Pilu Ayah di Blitar usai Ditinggal Anaknya Jadi TKI di Malaysia, Ia Gantung Diri Karena ini

Selama ini, korban merawat dua cucunya yang ditinggal kedua orang tuanya kerja menjadi TKI di Malaysia.

Kisah Pilu Ayah di Blitar usai Ditinggal Anaknya Jadi TKI di Malaysia, Ia Gantung Diri Karena ini
Kompas.com
ilustrasi 

SURYAMALANG.com, Blitar - Mujiran (82) ditemukan tewas gantung diri di halaman rumahnya, Jl Cempedak, Kelurahan Dandong, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, Minggu (1/4/2018) malam.

Kakek dua cucu ini nekat mengakhiri hidupnya diduga terbelit masalah ekonomi.

Mujiran ditemukan menggantung di halaman rumahnya kali pertama oleh tetangganya, Agus Susilo Budi.

Posisi leher Mujiran terlilit tali warna biru sepanjang sekitar dua meter. Mujiran mengenakan celana dan baju warna coklat. Mujiran sudah dalam kondisi tewas.

Agus segera memberitahukan peristiwa itu ke warga lain lalu diteruskan ke Polsek Srengat dan Polres Blitar Kota.

Polisi segera datang ke lokasi untuk mengevakuasi tubuh Mujiran. "Hasil olah TKP, korban murni bunuh diri.

Tanda-tandanya lidahnya menjulur dan kemaluannya mengeluarkan cairan," kata Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono, Senin (2/4/2018).

Sedangan motif yang menyebabkan korban bunuh diri, kata Heri, diduga masalah ekonomi.

Selama ini, korban merawat dua cucunya yang ditinggal kedua orang tuanya kerja menjadi TKI di Malaysia.

"Siang harinya, korban sempat singgah ke rumah pak RT. Kepada pak RT, korban berpesan kalau sewaktu-waktu terjadi apa-apa pada dirinya, korban titip dua cucunya ke pak RT.

Malamnya korban ditemukan tewas gantung diri," ujar Heri.

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help