SuryaMalang/
Home »

Batu

Malang Raya

Tingkatkan Populasi Kelinci di Kota Batu, Begini Upaya yang Dilakukan Dinas Pertanian

Kasi Bina Produksi dan Pemasaran Peternakan, Dinas Pertanian Kota Batu, Alfas Fatrus Akbar mengatakan, kandang itu akan menerapkan close house sistem

Tingkatkan Populasi Kelinci di Kota Batu, Begini Upaya yang Dilakukan Dinas Pertanian
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Kasi Bina Produksi dan Pemasaran Peternakan, Dinas Pertanian Kota Batu, Alfas Fatrus Akbar, menunjukkan kandang kelinci di Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Senin (9/4/2018). 

SURYAMALANG.COM, BATU - Kandang kelinci di Balai Kota Among Tani, Kota Batu siap diisi sekitar 200 kelinci pedaging indukan.

Upaya ini untuk meningkatkan populasi kelinci di Kota Batu, terlebih pada kelinci pedaging.

Kandang kelinci itu dibangun tahun 2017 dengan anggaran APBD 2017 sebesar Rp 193 juta.

Kasi Bina Produksi dan Pemasaran Peternakan, Dinas Pertanian Kota Batu, Alfas Fatrus Akbar mengatakan, nantinya kandang itu akan menerapkan close house sistem.

Dengan close house system nanti akan membantu peternak untuk menerapkan pemanfaatan dari limbah peternakan.

"Kandang ini akan banyak manfaatnya. Meningkatkan populasi kelinci, mengedukasi peternak dan petani di menggunakan limbah peternakan. Nanti tahap awal diisi 200 kelinci indukan," kata Alfas saat ditemui di kandang kelinci, Senin (9/4/2018).

Close House Sistem ini, lanjut Alfas fungsinya di dalam kandang ialah untuk mengoptimasikan pengembangbiakan kelinci.

Di dalam kandang yang luasnya 5x15 meter akan dipadukan dengan bioreaktor seluas 3x12 meter. Karena ada sensor amoniak, suhu, kelembaban yang ketika bercampur limbah akan menghasilkan manfaat, yakni biogas dan sluri.

Alfas mengatakan, Sluri ini bisa dimanfaatkan sebagai pupuk cair ataupun padat.

"Biogas kan bisa buat masak, mesin pemanas. Kalau sluri bisa buat pupuk tanaman. Karena bisa buat pupuk tanaman, di atas kandang itu dibuat lahan pertanian. Jadinya siklusnya berputar," paparnya.

Halaman
12
Penulis: Sany Eka Putri
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help