Malang Raya

Mantan Karyawan PT Wiratanu Demo Bawa Keranda dan Tabur Bunga

Puluhan orang mantan karyawan PT Wiratanu Persada Tama kembali unjuk rasa di depan kantor.

Mantan Karyawan PT Wiratanu Demo Bawa Keranda dan Tabur Bunga
Benni Indo
Aksi para karyawan PT Wiratanu yang di PHK dengan membawa keranda di depan kantor PT Wiratanu, Rabu (11/4/2018). 

Sementara itu, Kepala Cabang Kota Malang Ade Wiky Sugianto menyatakan, perusahaan tetap pada penjelasan sebelumnya. Ia juga mengatakan unjuk rasa yang dilakukan salah tempat dan sasaran mengingat PT Wiratanu sudah melaksanakan aturan ketenagakerjaan yang berlaku.

Dalam keterangannya, ada beberapa poin yang dijelaskan. Ade menegaskan kalau perusahaan melakukan rasionalisasi pekerja. Beberapa poin yang dijelaskan adalah bahwa antara perusahaan dan karyawan memiliki kedudukan yang sama di mata hukum.

Selanjutnya adalah upaya penyelesaian sengketa dengan cara kekeluargaan. PT Wiratanu tetap membuka komunikasi dengan mantan karyawan. Ade juga menegaskan, kalau perusahaan siap menyelesaikan sengketa dengan UU yang berlaku.

“PT Wiratanu Persada Tama menolak aksi-aksi sepihak yang cenderung ke arah premanisme dan menyerahkan ke pihak aparat keamanan,” ujar Ade.

Ade mengatakan, sejauh ini perusahaan telah melaksanakan prosedur sesuai dengan UU. PT Wiratanu Persada Tama melakukan pembayaran pesangon sesuai dengan UU 13/2003 Pasal 157 tentang Ketengakerjaan dan melakukan rekomendasi ke Disnaker Kota Malang.

Direktur Operasional PT Wiratanu Persada Tama, Grack George mengatakan, ada gejolak finansial internal di perusahaan sehingga mengharuskan perusahaan melakukan efisiensi. Jika tidak melakukan efisiensi, maka akan terjadi gejolak karena antara pemasukkan dan pengeluaran tidak seimbang.

“Pesangon yang sesuai hitungan mereka sendiri, perusahaan tidak bisa memenuhi karena tidak sesuai uu yang berlaku,” papar Grack.

Dipaparkan Grack, PT Wiratanu Persada Tama tersebar di tujuh kota di seluruh Indonesia. Namun hanya Kota Malang yang mengalami gejolak. Dia juga meluruskan menyebarnya informasi di Komunitas Peduli Malang yang sepihak dan cenderung menyudutkan perusahaan.

“Dan juga saya mau meluruskan. Apa yang tersebar di grup itu tidak sepenuhnya benar. Seakan-akan kami (perusahaan) yang disalahkan. Kami sudah upayakan sesuai dengan UU yang berlaku,” tegas Grack.

Rencananya, kedua belah pihak akan melakukan mediasi pada Kamis (12/4/2018) di kantor Disnaker Kota Malang pukul 9.00 wib. Mediasi itu ada ditengahi oleh Disnaker Kota Malang melalui mediator hubungan industrial Disnaker Kota Malang, Carter Wira Suteja. 

Tags
Malang
Penulis: Benni Indo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help