Terpopuler Kemarin

Pengamat: Khofifah-Emil Bahas Data, Gus Ipul-Puti Ingin Program Perubahan Keberlanjutan

"... kredibilitas komunikator politik, dalam hal ini kandidat, akan sangat berpengaruh ..."

Pengamat: Khofifah-Emil Bahas Data, Gus Ipul-Puti Ingin Program Perubahan Keberlanjutan
sugiharto
Debat kandidat Pilgub Jatim 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Pengamat politik dari Universitas Airlangga, Airlangga Pribadi menyebut bahwa baik Khofifah-Emil maupun Gus Ipul-Puti meskipun terlihat dinamis, namun dalam program tidak terlihat banyak berbeda.

Sebaliknya, keduanya sama-sama berusaha untuk menunjukkan keberlanjutan. "Baik di keberlanjutan di tingkat provinsi maupun nasional, dalam hal ini implementasi dari Presiden Joko Widodo," kata Airlangga.

Dari masalah itu, ada perbedaan nuansa satu sama lain. Khofifah-Emil ingin menunjukkan memahami data, persoalan dan teknis. "Itu bisa dlihat dari awal hingga akhir, mereka bicara statistik terus menerus," imbuh Airlangga.

Sementara, Gus Ipul dan Mbak Puti bicara soal keberlanjutan. "Yakni, pembangunan berkelanjutan sesuai platform mereka," lanjutnua.

"Gus Ipul juga ingin menunjukkan pola komunikasi yanng dekat dengan masyarakat. Masing-masing memiliki kelebihan," pungkasnya.

Sementara itu, pengamat politik Universitas Airlangga, Novri Susan, mengatakan, dari penampilan di debat terlihat jelas bagaimana posisi yang diambil dari masing-masing calon.

”Terutama pada segmen debat cawagub, terlihat Emil sangat agresif, bahkan beberapa sesi sempat emosional saat Puti bertanya soal kondisi anak gagal tumbuh atau stunting di Kabupaten Trenggalek, dimana Emil menjadi Bupati,” ujarnya.

Menurut batas toleransi Badan Kesehatan Dunia (WHO), angka anak gagal tumbuh atau stunting ditoleransi 20 persen dari jumlah balita. Sementara, di Trenggalek, angkanya mencapai 25 persen. Di atas batas toleransi WHO.

Novri mencatat, Emil setidaknya juga beberapa kali menyerang Puti Soekarno secara personal dengan mengatakan, bahwa Puti tidak paham dengan masalah gizi/kesehatan anak.

”Nah kredibilitas komunikator politik, dalam hal ini kandidat, akan sangat berpengaruh dalam upaya mendapatkan dukungan khalayak,” ujarnya.

Doktor sosiologi politik lulusan Doshisha University Jepang tersebut menambahkan, posisi Gus Ipul-Puti yang memilih memaparkan program dengan rendah hati dan menonjolkan kerja yang terukur selama menjadi pemimpin cukup tepat.

”Saya melihat Gus Ipul dan Puti lebih cenderung santai, dan lebih tenang. Mereka berusaha memaparkan bukti kerja terukur daripada memilih strategi retorika yang mengawang dan agresif,” ujar Novri. 

Editor: Insani Ursha Jannati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved