Grantika Sudah Punya 9 Tato, Masih Ingin Satu Lagi

Saya tak suka tato yang besar. Yang penting, tato itu ada maknanya dan terlihat. Saya punya tato di area tangan, kaki, leher dan telinga.

Grantika Sudah Punya 9 Tato, Masih Ingin Satu Lagi
Sudarma Adi
Grantika Buche, Public Relation Artotel Surabaya. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Bagi sebagian orang, perempuan yang memakai tato itu punya persepsi buruk. Namun bagi Grantika Buche, tato adalah bagian dari seni dan menunjang penampilan. Public Relation Artotel Surabaya ini pun juga memiliki 9 tato di bagian tubuh yang terlihat, dan punya obsesi menggenapi jadi 10 tato, yakni bentuk palm tree black and white.

Perempuan yang lahir di Surabaya pada 16 Juni 1992 ini bertutur, pandangan orang pada tato selalu buruk dan negatif. Padahal, sebenarnya tato adalah bagian seni, dimana bidang gambarnya ada di kulit. “Saya pikir sah-sah saja orang bertato, karena itu seni. Asalkan, tatonya tak terlalu banyak, teratur dan gambarnya jelas serta ada maknanya. Kalau terlalu banyak tatonya, tentu malah gak bagus dan tak menarik,” paparnya.

Maka dari itu, dia melihat bahwa perempuan yang bertato, sebenarnya tak ada masalah. Yang penting bagaimana cara menempatkan diri. Apalagi, bagi perempuan, tato bisa menambah penampilan jadi lebih seksi. Mengenai hal ini, Buche juga mengaku punya 9 tato yang semuanya punya gambar jelas. Dari gambar tato itu, sebagian adalah bentuk mawar.”Saya tak suka tato yang besar. Yang penting, tato itu ada maknanya dan terlihat. Saya punya tato di area tangan, kaki, leher dan telinga,” ujarnya.

Meski sudah punya 9 tato di tubuh, namun Buche masih belum puas. Dia ingin menggenapi tato yang dimilikinya menjadi 10 buah. Namun karena ingin punya tato pamungkas, maka gambar tatonya harus yang punya makna dalam.

Dia pun berencana akan membuat tato bentuk palm tree warna hitam dan putih. Hanya saja, untuk tato terakhir ini, dia akan menempatkan di tempat tertutup, yakni di tulang rusuknya. “Tato ini punya makna dalam, karena tujuan hidupnya adalah ingin tinggal di daerah pantai,” pungkasnya.

Penulis: Sudharma Adi
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help