Malang Raya

Gentong di Pasar Laron sebagai Simbol Penyemangat kepada Eddy Rumpoko yang Diciduk KPK

Pencetus ide Gentong Koin Peduli Eddy Rumpoko, Imam Hanafi mengatakan, sudah dua hari mereka memajang gentong itu.

Gentong di Pasar Laron sebagai Simbol Penyemangat kepada Eddy Rumpoko yang Diciduk KPK
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Gentong Peduli Eddy Rumpoko di depan pintu masuk Pasar Laron, Alun-Alun Kota Batu, Minggu (15/4/2018). 

SURYAMALANG.COM, BATU - Dua gentong bertuliskan 'Solidaritas Gentong Koin Peduli Eddy Rumpoko Jas Merah, Jangan Melupakan Sejarah' menghiasi sisi kiri dan kanan pintu masuk Pasar Laron, Alun-Alun Kota Batu.

Hal ini dilakukan demi tidak melupakan jasa Edy Rumpoko selama menjabat sebagai Wali Kota Batu, meskipun kini ia tersandung kasus korupsi dan ditahan KPK.

Pencetus ide Gentong Koin Peduli Eddy Rumpoko, Imam Hanafi mengatakan, sudah dua hari mereka memajang gentong itu.

Aksi gentong itu menunjukkan bahwa mereka sebagai warga Kota Batu tidak melupakan latar belakang sejarah dan jasa yang telah dilakukan Eddy Rumpoko selama dua periode menjabat sebagai Wali Kota Batu.

"Ini merupakan semangat kami untuk bapak Eddy Rumpoko. Kami yakin beliau diberikan kekuatan dalam menjalani cobaan yang sedang mengujinya saat ini," kata dia, Minggu (15/4/2018).

Siapa saja, lanjutnya, boleh memberikan sumbangan berapa pun untuk dimasukkan ke dalam gentong itu. Ia menyebut satu di antara jasa yang telah dilakukan Eddy Rumpoko ialah, adanya Pasar Laron yang menampung sekitar 139 PKL. Sehingga mereka bisa berjualan di sana.

Dikatakannya, aksi ini disepakati bersama antara paguyuban PKL Pasar Laron, Paguyuban Pelaku Niaga Sipil (PNS) dan paguyuban PKL se Kota Batu.

"Kami berharap masyarakat Kota Batu bisa berpartisipasi untuk memberi dukungan kepada Eddy Rumpoko melalui solidaritas aksi ini. Aksi ini akan terus dilakukan sampai putusan sidang ER," imbuhnya.

Selain aksi Gentong Koin Peduli Eddy Rumpoko, Istighosah bersama juga akan digelar pada hari Senin (16/4/2018) besok.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help