SuryaMalang/

Travelling

Makam Dinger Peninggalan Warga Belanda di Kota Batu Akan 'Disulap' Jadi Destinasi Wisata Sejarah

Makam Dinger peninggalan warga Belanda di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu butuh perhatian dari banyak pihak demi menjaga eksistensinya.

Makam Dinger Peninggalan Warga Belanda di Kota Batu Akan 'Disulap' Jadi Destinasi Wisata Sejarah
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Makam Dinger di Desa Tulungrejo, Kota Batu, Minggu (15/4/2018). 

SURYAMALANG.COM, BATU - Makam Dinger peninggalan warga Belanda di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu butuh perhatian dari banyak pihak demi menjaga eksistensinya.

Dari kejauhan, lokasi Makam Dinger dikelilingi oleh perkebunan milik warga sekitar. Ada satu rumah di dekat makam itu, hanya saja rumah itu tertutup.

Di sekitar makam itu juga ditumbuhi rerumputan yang tidak terlalu tinggi, tetapi menutup anak tangga untuk masuk ke makam tersebut.

Dekat pintu masuk ada plang yang bertuliskan 'Makam Dinger' dan petunjuk tentang cagar budaya. Di bagian atas pintu bertuliskan 'Graf Familie Dinger' dan anno 1917. Tulisan ini juga hampir tidak terlihat karena tertutup lumut.

Keadaan pintu makam itu juga terlihat terkunci dari luar. Bentuk bangunan itu juga menyerupai bentuk bangunan zaman Belanda. Dan tembok bangunan itu juga terlihat kusam catnya mengelupas.

Menurut warga sekitar, bangunan itu sering terlewatkan oleh wisatawan. Amanda, salah satu warga sekitar mengatakan, makam tersebut tidak seperti tempat wisata edukasi.

"Orang-orang sekitar mengiranya malah makam keramat. Bagaimana tahu kalau itu tempat bersejarah, tidak ada tulisan apapun terkait sejarah makam itu. Seharusnya ya dikasih plang sejarah singkat lah," kata dia.

Sesekali waktu ia sering mengajak kawannnya ke tempat itu untuk berswafoto. Menurutnya banyak yang bertanya-tanya jika itu makam siapa, apakah tempat sejarah, tempat keramat atau hanya sekedar bangunan tua saja.

"Kan tidak mungkin mau wisata sejarah tapi ceritanya cari diinternet, atau tanya ke warga sekitar. Sudah lama ndak diurus ini," imbuhnya.

Lokasi makam ini berdekatan dengan SMP Arjuno.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, pihak Pemkot Batu dalam waktu dekat ini akan mengembangkan destinasi wisata budaya dan wisata sejarah.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Imam Suryono mengatakan, tidak hanya wisata buatan dan alamnya saja yang akan dikembangkan, tetapi juga wisata sejarah dan budaya.

"Beberapa hari ini kami mengumpulkan dari desa, kelurahan, untuk mengajak mereka menggali potensi budaya lokal. Seperti candi, gedung peninggalan sejarah," kata Imam.

Ia menyatakan sejauh ini lokasi makam itu memang belum dijadikan tempat wisata sejarah. Makanya belum ada keterangan apapun terkait sejarah dari bangunan tua itu. Dalam waktu dekat ini, baik lokasi makam itu dan lokasi sejarah lainnya akan diberi petunjuk tentang sejarah singkat.

"Itu bagian dalam pengembangan nanti. Diberi papan pengumuman, dan kita rapikan. Serta kita beri pagar," imbuh dia.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help