SuryaMalang/

Arema Malang

Ini Daftar Korban Luka Kericuhan di Kanjuruhan, Manajemen Arema Tanggung Biaya Pengobatan

Manajemen Arema FC bergerak cepat usai insiden kericuhan pada akhir laga di Stadion Kanjuruhan, Minggu (15/4/2018).

Ini Daftar Korban Luka Kericuhan di Kanjuruhan, Manajemen Arema Tanggung Biaya Pengobatan
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Polisi mengangkut Aremania yang pingsan usai terjadi kericuhan dalam laga Arema FC melawan Persib Bandung dalam Liga 1 di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Minggu (15/4/2018) 

Termasuk juga bagi mereka yang mengeluarkan biaya sendiri untuk perawatan.

"Mungkin ada yang belum masuk ke data. Termasuk juga bagi mereka yang mengeluarkan biaya sendiri untuk pengobatan bisa membawa bukti pembayaran kepada posko pengaduan untuk bisa mendapat ganti dari manajemen," tutupnya.

Berikut korban Aremania atas insiden di Stadion Kanjuruhan :

Data korban keseluruhan yang sudah masuk ke manajemen ada 214 korban dan dirawat di RSUD Kanjuruhan,RS Wava Husada, RS Hasta Husada, RS Teja Husada, RS Benmari, Puskesmas Gondanglegi.

Sejauh ini dari total jumlah korban tersebut sebagian besar sudah pulang. Beberapa korban masih harus mendapatkan perawatan lebih lanjut.

RS Wava Husada : 4 Orang dari 43 korban yang ditangani

1. Hafizah Iqbal (Tulungagung)
2. Sulastri (Kromengan) luka di wajah dan tangan
3. Nurfatimatuz zahro (Turen), cedera di paha kiri
4. M Dimas Arifin, terkilir dan akan menjalani terapi

RS Kanjuruhan : 2 orang dari sekitar 150 korban yang ditangani

1. Leonardo (Sawojajar), luka diwajah dan tangan
2. Noval (Tulungagung), observasi gegar otak dan sudah dirujuk ke RS Syaiful Anwar

RS Hasta Husada : 1 orang dari 17 korban yang ditangani

1. Indahna Dian Prianti (Pakis), sesak nafas dan nyeri di dada

RS Teja Husada : tidak ada yang rawat inap dari 8 korban yang ditangani

RS Benmari : tidak ada yang rawat inap dari 12 korban yang ditangani

Total korban rawat inap : 6 + 1 dirujuk ke RS Saiful Anwar Kota Malang untuk mendapat perawatan khusus.

Penulis: Alfi Syahri Ramadan
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help