Malang Raya

Lima Mahasiswa Politeknik Brunei Darussalam Curhat Tentang Lalu Lintas di Indonesia

Politeknik Kota Malang (Poltekom) menerima pertukaran mahasiswa dari Politeknik Brunei Darussalam sebanyak lima orang, Senin (16/4/2018).

Lima Mahasiswa Politeknik Brunei Darussalam Curhat Tentang Lalu Lintas di Indonesia
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Suasana perkenalan mahasiswa Politeknik Brunei saat tiba di Poltekom, Senin (16/4/2018). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Politeknik Kota Malang (Poltekom) menerima pertukaran mahasiswa dari Politeknik Brunei Darussalam sebanyak lima orang, Senin (16/4/2018).

Sebelumnya lima mahasiswa Poltekom telah menjalani program pertukaran mahasiswa di Politeknik Brunei.

Mereka diterima Direktur Poltekom, Dr Isnandar MT. Di acara perkenalan, mereka ditanya MC, mahasiswa Poltekom tentang kesan pertama ketika menginjak kaki di Indonesia. Rata-rata terkesan kemacetan.

"Lalu lintas macet. Tapi makanannya manis macam senyuman," ujar Abdul Muqsid bin Haji Jafari ketika memberi kesan di depan para mahasiswa dan dosen Poltekom di aula gedung B lantai 3.

Sedang mahasiswa Brunei lainnya, Ben atau Ratibe Bin Haji Muhammad Effendy menyatakan di Brunei kalau malam sudah sepi kendaraan.

Namun di Indonesia masih ramai. Banyak lalu lalang kendaraan besar. Ia juga kerap mendengarkan klakson kendaraan. Hal yang jarang didengar di Brunei.

"Motor-motor juga klason. Jadi kalau belok kanan kiri harus perhatian," kata dia.

Sedang Khir Afifi bin Maahud menyatakan ketika tiba di Surabaya, ia merasa gerah.

"Tapi di Malang gak terlalu panas juga gak dingin," papar dia. Soal makanan Indonesia dinilainya manis dan pedas-pedas. Dalam pertukaran mahasiswa itu juga dijalin MoU antara dua politeknik itu.

Isnandar menyatakan Poltekom akan memperbanyak kerjasama dengan politeknik negara lain secara bertahap.

"Baru-baru ini kami juga mendapat kunjungan dari politeknik dari Singapura," kata Isnandar. Ia menerangkan soal kurikulum di Poltekom dengan pola 2-1-2-1.

Sehingga mahasiswa tak hanya belajar di kampus namun magang di industri dengan pola dua semester di kampus dan satu semester di industri. Kemudian balik kampus lagi dua semester dan magang lagi di industri satu semester. Ia tak lupa memamerkan objek wisata di Malang Raya.

Seperti wisata pantai yang banyak di Kabupaten Malang, paralayang di Kota Batu atau Kampung Warna Warni di Kota Malang.

"Malang juga terkenal dengan kulinernya," kata Isnandar kepada tamu dari Brunei. Sedang Herma Nugroho ST MT menerangkan tentang D3 Teknik Telekomunikasi yang menjadi tempat pertukaran mahasiswa.

Kurikulumnya antara lain tentang mobile network, antena propagasi dan jaringan komputer dll. Dari Politeknik Brunei yang datang adalah asisten direktur Alias Bin Haji Abu Bakar dan Head of School Of Science and Engineering Dr Tang Shi Siong.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved