Malang Raya

Ternyata, Balai Kota Belum Menjadi Cagar Budaya

Tahun ini, Balai Kota Malang diprioritaskan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menjadi bangunan cagar budaya.

Ternyata, Balai Kota Belum Menjadi Cagar Budaya
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Balai Kota Malang di Jalan Tugu No 1. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN -  Ternyata, bangunan Balai Kota Malang belum terdaftar sebagai bangunan cagar budaya.

Tahun ini, Balai Kota Malang diprioritaskan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menjadi bangunan cagar budaya.

Kasi Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang, Agung H Buana mengatakan, tahun ini Disbudpar punya banyak gawe besar.

Di antaranya adalah identifikasi bangunan berkriteria cagar budaya. Setelah itu, Disbudpar akan menyusun rencana induk pelestarian cagar budaya.

“Jadi bikin master plannya, dari identifikasi akan muncul produk penetapan oleh Wali Kota pada benda bangunan, struktur atau situs sesuai UU 11 Tahun 2010,” ujarnya, Senin (16/4/2018).

Agung menerangkan, sesuai data Balai Cagar Budaya Trowulan, ada 39 bangunan yang terhitung di Kota Malang, ditambah satu bangunan struktur.

Kebanyakan bangunan itu berada di Klojen yang sejak dulu memang merupakan tempat pemukiman.

Proses identifikasi ini akan memilih beberapa bangunan yang sudah ditetapkan kriterianya.

Ada 12 kriteria meliputi bangunan perkantoran, militer, sarana kesehatan, pendidikan, peribadatan, RTH, pergudangan dan perkantoran swasta, hotel dan restoran, sadarana infrastruktur kelistrikan dan keairan, rumah tinggal dan hiburan.

“Contohnya seperti hiburan seperti, Sarinah, di dekatnya Kudusan, Kamar Bola. Bioskop-bioskop, kemudian banayk beralih fungsi.

Agung menegaskan, yang menjadi prioritas untuk ditetapkan ingin adalah Balaikota Malang. Dengan adanya penetapan itu, maka nantinya ada peraturan sehingga perawatan Balaikota Malang sesuai prosedur.

“Selain balaikota rencananya ada sarana pendidikan yakni Cor Jesu, satu lagi bangunan sarana peribadatan. Calonnya, gereja Imanuel atau yang di dekatnya Sarinah,” imbuh Agung.

Setelah jadi aset cagar budaya, kata Agung, perlu ada penanganan lagi. Namun penanganan itu juga kembali pada kemampuan keuangan daerah. Pasalnya dibutuhkan dana yang besar untuk melakukan perawatan.

Agung mengatakan ada sekitar 200 bangunan di Kota Malang yang memiliki kriteris sebagai cagar budaya. Namun kali ini Disbudpar menargetkan tiga bangunan terlebih dahulu. 

Penulis: Benni Indo
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help