Lamongan

Baru Berusia 35 Tahun dan Rutin Pemeliharaan, Lalu Apa Penyebab Jembatan Babat Ambruk?

Jembatan Babat yang ambruk itu baru berusia 35 tahun. Ada perawatan berkala pada jembatan. Lalu apa penyebab ambruk?

Baru Berusia 35 Tahun dan Rutin Pemeliharaan, Lalu Apa Penyebab Jembatan Babat Ambruk?
SURYAMALANG.COM/Sudarsono
Proses evakuasi korban saat Jembatan Babat ambruk, Selasa (17/4/2018). 

SURYAMALANG.COM, LAMONGAN - Jembatan Babat-Widang yang ambruk itu berusia sekitar 35 tahun.

Sejak dibangun sampai terjadi musibah ambruk, dilakukan perawatan secara berkala pada jembatan penghubung Lamongan-Tuban itu.

“Perawatan berkala itu seperti pengerasan baut dan pengisian retakan (jalan retak, red),” ungkap Tugiman, PPK Bojonegoro, Tuban, Lamongan dan Gresik kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (17/4/2018).

Menurutnya, sebelum terjadi musibah, ada rencana survei lapangan.

Tapi sebelum survei, sudah ada kejadian ini.

Sebelum ambruk, tidak ditemukan  tanda-tanda kerusakan pada jembatan itu.

“Dan tidak ada laporan apa apa,” kata Tugiman.

Meskipun tidak ada kerusakan, pihaknya selalu melakukan pengecekan dan perbaikan.

Selama ini memang belum ada perbaikan total.

Baru saja ada perbaikan atau pengerasan baut di bentang kedua.

Perawatan jembatan itu ditangani rekanan.

Menurut Tugiman, secara keseluruhan tidak ditemukan adanya konstruksi yang harus diganti.

Penulis: Mochamad Sudarsono
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help