Surabaya

Komunitas Tukar Pasangan Suami Istri Anggotanya Se Jatim, Ternyata Begini Cara Merangkul Anggota

Syarat anggota komunitas tukar pasangan ini harus merupakan pasangan suami istri sah dan memiliki kartu nikah

Komunitas Tukar Pasangan Suami Istri Anggotanya Se Jatim, Ternyata Begini Cara Merangkul Anggota
SURYAMALANG.COM/Ahmad Faisol
ILUSTRASI 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA –Komunitas tukar pasangan suami istri (Pasutri) dengan aktivitas melakukan pesta seks bersama ternyata benar-benar ada di sekitar kita.

Komunitas ini terungkap setelah polisi menggerebek pesta seks dengan modus tukar pasangan suami istri (Pasutri) di sebuah hotel di Lawang, kabupaten Malang, Minggu (15/4/2018).

Dari keterangan yang didapat dari para pelakunya diketahui komunitas ini bukan sekali saja melakukan pesta seks bersama dengan bertukar pasangan.

Komunitas dengan perilaku menyimpang ini bahkan diketahui memiliki anggota cukup banyak yang berasal dari beberapa kota di seluruh Jatim.

Unit III Asusila Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim yang mengungkap aktivitas komunitas ini menyebut para anggota komunitas ini memanfatakan jejaring media sosial (Medsos) WhatsApp (WA) dan Twitter.

Medsos digunakan untuk saling berkomunikasi antar anggota, termasuk menarik anggota Pasutri baru untuk bergabung.

THD (53), warga asal Keputih, Sukolilo Surabaya yang ikut tertangkap dalam penggerebekan di Lawang telah ditetapkan sebagai tersangka.

THD ini merupakan inisiator dan pembuat grup WA guna mewadahi komunitas Pasutri yang memiliki fantasi hubungan badan tukar pasangan.

Ternyata komunitas tukar pasutri ini sudah berlangsung sejak 2013.

Mereka intens melakukan komunikasi melalui medsos dan menggelar pertemuan pesta seks.

Halaman
1234
Penulis: fatkhulalami
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help