Malang Raya

PDIP 'Galau' Pilih Pimpinan DPRD Kota Malang

Kami masih terus mengakaji sambil mencari informasi ke KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi)," ujar Ahmad Basarah, Wasekjen DPP PDIP.

PDIP 'Galau' Pilih Pimpinan DPRD Kota Malang
sri wahyunik
Ahmad Basarah, Wasekjen DPP PDIP. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memilih berhati-hati dalam menentukan pimpinan DPRD Kota Malang. Namun partai banteng ini juga tidak mau disebut 'menggantung' persoalan kekosongan pimpinan dewan.

"Bukan, kami tidak menggantung. Kami masih terus mengakaji sambil mencari informasi ke KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi)," ujar Ahmad Basarah, Wasekjen DPP PDIP kepada Surya saat di Kota Malang, Sabtu (21/4/2018).

Basarah menyebut PDIP mencari informasi apakah akan ada lagi anggota DPRD Kota Malang yang bakal dijadikan tersangka oleh penyidik KPK. PDIP tidak ingin, setelah nanti mengisi kursi pimpinan, ternyata orang tersebut menjadi tersangka.

Sebelumnya, penyidik KPK menjadikan tersangka Arif WIcaksono yang menjabat sebagai ketua DPRD Kota Malang. Setelah itu Arif menyatakan mundur dari jabatan ketua dewan. Posisi Arif digantikan oleh Abdul Hakim. Belakangan, KPK kembali menetapkan tersangka dalam perkara dugaan suap pembahasan Perubahan APBD Kota Malang 2015 itu. Salah satu tersangka adalah Abdul Hakim. Kini baik Arif maupun Hakim sama-sama ditahan.

PDIP mendapatkan jatah kursi ketua dewan karena memenangi Pemilu 2014. "Saat ini menjelang Pemilu, Pilpres. Apa yang terjadi di DPRD Kota Malang ini kan sebenarnya menimpa pada semua anggota dewan dari banyak Parpol namun seakan-akan yang bertanggungjawab itu PDIP. Tentunya ini nanti mempengaruhi psikologi politik. Jadi kami benar-benar mengkajinya karena tidak hanya memakai satu variabel saja," tegas lelaki yang menjabat sebagai Wakil Ketua MPR RI ini.

Namun dia berjanji dalam waktu dekat PDIP akan menentukan pilihan. Pilihan itu akan ditentukan setelah DPP PDIP menelaah dan mengkaji apakah calon yang akan dipilih nanti bakal menjadi tersangka atau tidak.

"Semoga dalam waktu dekat-lah. Kami akan usulkan nama yang benar-benar steril dari masalah ini," pungkasnya.

Sedangkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga belum menentukan nama calon Plt pimpinan dewan. PKB mendapat jatah kursi wakil ketua dewan. Kursi wakil ketua dewan yang diduduki oleh kader PKB juga kosong karena juga ditahan KPK. Sebelumnya jabatan ini diisi oleh M Zainuddin.

"Masih belum dibicarakan," ujar Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) DPC PKB Kota Malang Arif Wahyudi. Sebelumnya tersebar informasi kalau calon Plt wakil ketua dari PKB adalah Abdurrachman.

Partai Demokrat juga belum menentukan nama calon Plt wakil ketua. "Masih dibahas," ujar Ketua DPC Partai Demokrat KOta Malang Arif Darmawan kepada Surya, Sabtu (21/4/2018). Kader Demokrat yang duduk di kursi wakil ketua dewan, Wiwik Hendri Astuti juga ditahan KPK sehingga kursi itu kini kosong.

Sementara dari Golkar Kota Malang juga belum menentukan nama. Satu lagi wakil ketua dewan berasal dari Partai Golkar. Wakil Ketua Dewan dari Golkar Rahayu Sugiarti juga ditahan KPK.

Seperti diberitakan, KPK menahan belasan anggota DPRD KOta Malang dalam dugaan suap pembahasan Perubahan APBD Kota Malang 2015. Empat orang dari belasan anggota dewan itu adalah pimpinan DPRD Kota Malang. Kekosongan jabatan pimpinan ini membuat roda pemerintahan di Kota Malang pincang.

Pada Jumat (20/4/2018) kemarin, perwakilan Kemendagri bertemu dengan pihak eksekutif, legislatif, perwakilan Parpol dan OPD di Pemkot Malang. Salah satu hasil dari pertemuan itu adalah, Kemendagri meminta Parpol pemenang Pemilu (PDIP) menunjuk pimpinan sementara.

Pimpinan sementara ini nanti bakal mengumumkan Plt pimpinan dewan. Plt pimpinan dewan ini berasal dari empat Parpol pemilik kursi pimpinan dewan yakni PDIP, PKB, Golkar, dan Demokrat. Sejumlah pihak berharap, sepekan ke depan sudah ada nama calon pimpinan sementara, yang kemudian diikuti dengan nama-nama calon Plt pimpinan dewan. 

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help