Universitas Muhammadiyah Malang

Universitas Muhammadiyah Malang Kukuhkan Guru Besar ke-16

Rektor UMM Fauzan bersalaman dengan Prof Lili Zalizar saat pengukuhan guru besar di base room Dome UMM, Sabtu (21/4/2018).

Universitas Muhammadiyah Malang Kukuhkan Guru Besar ke-16
Rektor UMM Fauzan bersalaman dengan Prof Lili Zalizar saat pengukuhan guru besar di base room Dome UMM, Sabtu (21/4/2018) 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengukuhkan dosen dari Fakultas Pertanian-Peternakan (FPP) Program Studi (Prodi) Peternakan, Prof. Dr. drh. Lili Zalizar,M.S. sebagai Guru Besar Bidang Kesehatan Ternak di Theater Dome UMM, Sabtu (21/4/2018). Rektor UMM, Fauzan berharap capaian yang diperoleh Prof Lili Zalizar menginspirasi dosen lainnya yang saat ini sedang berjuang untuk memperoleh gelar yang sama.

“Secara fungsional, kami juga berharap Prof Lili akan dapat memberikan kontribusi akademik yang lebih besar dan berdampak pada peningkatan mutu pendidikan yang diselenggarakan UMM,” kata Fauzan, Sabtu (21/4/2018).

Dalam rilis yang dikeluarkan UMM, Prof Lili tercatat sebagai guru besar yang ke-16 di UMM, Lili begitu sapaannya menghaturkan rasa syukurnya atas gelar yang diperoleh. Perjuangannya meraih gelar ini diakuinya, membutuhkan waktu yang cukup lama.

“Terima kasih kepada Allah dan pemerintah Indonesia telah memberikan kepercayaan kepada saya menjadi Guru Besar. Walaupun pengajuan berkas Guru Besar saya memerlukan waktu yang lama yaitu sejak April 2012, namun akhirnya SK pengangkatan tersebut diterbitkan juga tertanggal 1 Februari 2017. Alhamdulillah,” ujarnya bangga.

Dihadapan para hadirin termasuk suami dan anak-anaknya, Lili menyampaikan orasi ilmiah dengan judul Peranan Kesehatan Ternak dalam Peningkatan Produktivitas Ternak, Perekonomian, dan Kesehatan Masyarakat.  Lili menjelaskan beberapa faktor yang berpengaruh terhadap kesehatan ternak, yakni lingkungan, ternak dan agen penyakit (patogen).

“Lingkungan, ternak, dan agen penyakit (patogen) membentuk segitiga yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi,” tukas  Lili.

Selain itu, Lili juga mengupas tentang kesalahan manajemen pada peternak ayam petelur. Lili menemukan fakta bahwa, pemberian obat cacing secara terus menerus tanpa pemeriksaan terlebih dahulu selain tidak ekonomis, juga dapat meningkatkan peluang resistensi cacing terhadap obat yang diberikan.

Di akhir Lili juga berpesan bahwa menjaga dan mencegah ternak agar tidak terserang penyakit jauh lebih bijaksana dan murah dibandingkan dengan mengobati.

Penulis: Benni Indo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help