Hati-Hari Dengan Tombol "Login With Facebook", Kebocoran Data Bisa Berawal Dari Sana

Waspada dengan tombol "Login With Facebook", ini bisa menyebabkan kebocoran data pribadi anda

Hati-Hari Dengan Tombol
istimewa
tombol login with facebook 

SURYAMALANG.COM - Skandal mengenai kebocoran data tak henti-hentinya menghantam Facebook.

Kasus Cambridge Analyitica yang berhasil mendapatkan sekitar 87 juta data pengguna, seolah hanya awal untuk penyelidikan kasus lain mengenai pencurian data di media sosial tersebut.

Disamping melalui aplikasi ketiga seperti kuis #thisisyourdigitallife buatan Aleksandr Kogan, data pengguna Facebook juga dilaporkan dicuri melalui pelacak Javascript pihak ketiga yang ikut menempel di fitur "Login With Facebook" (masuk dengan Facebook).

Tombol ini sering kita jumpai setiap kali pengguna mengunjungi situs web yang mengharuskan mereka untuk mendaftar.

Untuk mempercepat langkah pendaftaran, kebanyakan orang lebih memilih Login menggunakan akun Facebook.

Pelacak yang terdapat pada tombol itu dapat mengambil informasi data penggunanya , seperti alamat e-mail, usia, gender, lokasi, dan foto profil, tergantung informasi apa yang disediakan oleh para pengguna Facebook.

Informasi yang diambil dari pengguna Facebook melalui Javascript yang tertempel di situs web
Informasi yang diambil dari pengguna Facebook melalui Javascript yang tertempel di situs web (TechCrunch/Freedom to Tinker)

Ketika pengguna mengklik "Login/Sign-up with Facebook", artinya, mereka mengizinkan situs web yang mereka kunjungi untuk mengakses data profil Facebook mereka.

Meskipun Facebook mengunci fitur tersebut, situs web akan tetap meminta alamat e-mail pengguna dan profil umum seperti nama, umur, gender, lokasi, dan foto profil, yang tidak bisa ditinjau manual oleh Facebook.

Tepat setelah pengguna mengizinkan situs web tersebut mengakses profil Facebooknya, Javascript pihak ketiga akan menempel di laman, yang diproyeksikan sebagai tracker.com pada ilutrasi di bawah ini.

Ilustrasi transfer data pengguna Facebook ke Javascript.
Ilustrasi transfer data pengguna Facebook ke Javascript. (TechCrunch/Freedom to Tinker)

Belum diketahui secara pasti tujuan pengumpulan data-data tersebut.

Halaman
123
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Putra Dewangga Candra Seta
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help