Home »

Bisnis

» Makro

Disperin Genjot Produk IKM Kota Malang melalui Pelatihan dan Pendampingan

Pelatihan dan workshop itu untuk meningkatkan kualitas produk IKM Kota Malang.

Disperin Genjot Produk IKM Kota Malang melalui Pelatihan dan Pendampingan
hayu yudha prabowo
KACAMATA FRAME KAYU - Pjs Wali Kota Malang, Wahid Wahyudi mencoba kacamata frame kayu yang diproduksi UKM binaan Dinas Perindustrian Kota Malang dalam Malang City Expo di Area Parkir Stadion Gajayana, Kota Malang, Rabu (11/4/2018). SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Dinas Perindustrian (Disperin) Kota Malang secara berkala menggelar pelatihan bagi pelaku usaha industri kecil menengah (IKM) di Kota Malang. Pelatihan dan workshop itu untuk meningkatkan kualitas produk IKM Kota Malang.

"Pelatihan ketrampilan baik untuk pelaku usaha yang sudah ada, maupun wirausaha baru. Bagi pelaku usaha tentunya untuk meningkatkan kemampuan mereka," ujar Kepala Disperin Kota Malang Subkhan.

Di empat bulan pertama tahun 2018, Disperin telah menggelar beberapa kali pelatihan, seperti pelatihan yang digelar di arena Malang City Expo beberapa waktu lalu.

Pelatihan yang digelar antara lain pelatihan membantik bagi karang taruna dan wirausaha baru. Tujuannya mencetak pengusaha-pengusaha baru di Kota Malang. Selain itu juga ada pelatihan pengembangan industri kreatif agro dan hasil hutan.

Menurut Kepala Seksi Industri dan Hasil Hutan Disperin Bambang Nurmawan, pelatihan kreatifitas agro dan hasil hutan itu diikuti oleh 20 orang perajin mebel dan rotan. "Mereka adalah perajin, dan pelatihan ini untuk semakin mengembangkan kemampuan mereka. Terutama dari sisi desain baru," ujar Bambang.

Perajin itu adalah perajin mebel dan rotan yang saat ini tersentra di Kelurahan Balearjosari Kecamatan Blimbing Kota Malang.

Sedangkan Kepala Bidang Agro, Kimia, Makanan dan Minuman Disperin Kota Malang Prayitno menambahkan, pelatihan itu sekaligus sebaga pameran proses industri. Saat MCE 2018, ada beberapa pameran proses industri yang ditampilkan Disperin Kota Malang yakni proses pembuatan produk kreatif dari hasil hutan seperti rotan, juga membatik, dan membuat gerabah.

"Juga pelatihan pengembangan untuk perajin. Sedangkan pelatihan membatik khusus untuk karang taruna dan wirausaha baru," ujar Prayitno.

Prayit menambahkan, semua pelatihan itu dibimbing oleh praktisi. "Dan semua fokus pelatihan kita adalah green industri. Baik yang hasil hutan maupun membatik. Jadi bagaimana membuat produk yang tetap ramah lingkungan. Kalaupun menghasilkan limbah tidak meracuni lingkungan. Seperti pewarnaan batik yang berasal dari bahan alami itu ramah lingkungan," tegasnya.

Sementara itu, perajin rotan asal Balearjosari, M R Mardian berharap pemerintah membantu perajin, terutama dalam hal desain produk. "Pemerintah kan bisa menggandeng perguruan tinggi. Apalagi banyak kampus di KOta Malang. Daripada mengabdi di luar, kan bisa bekerjasama dengan perajin Kota Malang terutama dalam hal desain-desain baru untuk produk yang kami produksi," ujar Mardian. (uni/adv)

Tags
Malang
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help