Travelling

Arca Ganesha di Kota Batu Masih 'Terkubur', Bakal Dikelola Jadi Destinasi Wisata Sejarah

Arca Ganesha ini masih akan dikaji lagi, karena melihat lokasi yang sulit dijangkau menggunakan roda empat

Arca Ganesha di Kota Batu Masih 'Terkubur', Bakal Dikelola Jadi Destinasi Wisata Sejarah
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Arca Ganesha di Dusun Klerek, Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. 

SURYAMALANG.COM, BATU - Tiga petani sedang mencangkul di sawah di Dusun Klerek, Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jumat (27/4/2018) siang. Siapa sangka, para petani itu mencangkul di sawah yang berdekatan dengan situs bersejarah, Arca Ganesha.

Arca itu berada di tengah sawah, bahkan akses menuju ke sana sangat sulit, hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua saja. Kondisi jalannya juga masih penuh bebatuan. Jarak menuju ke sana memakan waktu sekitar 10 menit saja.

Dari pantauan SURYAMALANG.COM, hanya ada satu petunjuk menuju lokasi arca itu. Yakni bertuliskan Arca Ganesha ±500 meter. Tulisan itu ditaruh pada dua jalan, untuk menuju lokasi Arca Ganesha memilih jalur bawah, karena jalur atas menuju makam.

Beberapa warga di sana mengaku masih banyak warga yang menggunakan lokasi itu sebagai tempat untuk berdoa. Salah satu warga dan juga petani di lokasi itu, Rewang mengatakan kalau beberapa warga masih berdoa di Arca itu.

"Nggak mesti harinya, tapi pasti ada yang berdoa di sini. Malam keseringan," kata dia kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (27/4/2018).

Meskipun letak arca itu ada di tengah-tengah sawah, tak menghentikan aktivitas petani. Menurutnya jika keberadaan arca itu justru memberikan kepercayaan kepada warga sekitar sebagai tempat sakral.

"Kami tidak mempermasalahkan sih justru kami senang, ada pemandangan lain yang kami lihat. Kalau dijadikan tempat wisata sejarah, ya tidak apa-apa. Justru lebih mengenalkan kepada masyarakat kalau ada situs sejarah," imbuhnya.

Rewang menuturkan jika Arca tersebut ditemukan oleh dirinya di areal persawahan miliknya tahun 1980 an dan pernah akan dibeli oleh seorang kolektor benda Purbakala. Namun, dirinya menolak dan memilih mempertahankan Arca tetap di lokasinya.

"Dulu di sini ada dua sapi dan dua patung orang. Tapi lainnya sudah dicuri, tinggal ini saja," imbuh dia.

Karena tidak akan lama lagi, Pemkot Batu bakal mengembangkan wisata budaya dan sejarah. Dengan mengangkat kembali situs sejarah yang selama ini belum terangkat dan tidak begitu dikenal.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Imam Suryono mengatakan tahun 2018 ini tidak hanya wisata buatan dan wisata alam saja, tetapi kami mengembangkan wisata budaya dan sejarah.

Seperti Arca Ganesha, Makam Dinger, Candi Songgoriti, dan masih banyak lagi. "Yang belum terangkat dan terekspose kami kembangkan lagi. Kalau budaya kami bakal rutin mengenalkan budaya khas Batu, seperti Bantengan, yang akan kami jadikan festival," kata Imam.

Dikatakannya, situs sejarah Arca Ganesha ini masih akan dikaji lagi, karena melihat lokasi yang sulit dijangkau menggunakan roda empat karena lebar jalan yang hanya sekitar 2 meter saja. Pihaknya masih belum tahu apakah akan dipindahkan atau tetap di situ.

"Kalau di situ kan dekat dengan lahan pertanian, sekalian bisa dijadikan lokasi edukasi pertanian. Masih kami kaji nanti seperti apa," imbuhnya. 

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved