Surabaya

Bom Surabaya dan Paham Radikal Dikaitkan Kampus dan Sekolah, Rektor Unair Ungkap Hal Ini

Unair mengambil kebijakan untuk membersihkan aktivitas sivitas akademik di kampusnya yang mencurigakan.

Bom Surabaya dan Paham Radikal Dikaitkan Kampus dan Sekolah, Rektor Unair Ungkap Hal Ini
SURYAMALANG.COM/Sulvi Sofiana
Rektor Unair, Prof Moh Nasih, saat menjelaskan prosedur melihat pengumuman SNMPTN, Selasa (17/4/2018) 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA -Peristiwa teror bom yang terjadi di kota Surabaya dalam dua hari berturut-turut ikut memunculkan sorotan tersendiri bagi dunia pendidikan.

Fakta latar belakang pendidikan pelaku peledakan bom tiga gereja, Dita Oepriarto dan bom di Rusunawa Wonocolo Sepanjang Sidoarjo, Anton, menunjukkan paham radikal bisa menembus sekolah dan kampus favorit.

Nama kampus negeri di Surabaya, Universitas Airlangga (Unair) langsung muncul di permukaan ketika Dita disebut pernah menjadi mahasiswa di kampus itu.

Masuknya paham radikal melalui kegiatan di sekolah dan kampus ikut dibeberkan oleh pemilik akun Facebook Ahmad Faiz Zainuddin.

Melalui unggahannya, Senin (14/5/2018), Ahmad yang mengaku adik kelas Dita semasa SMA menggambarkan bagaimana ia pernah merasakan dan mengikuti kegiatan di kampus Unair yang digunakan sebagai sarana menanam paham radikal.

Terkait hal ini, Rektor Unair, Prof Moh Nasih angkat bicara.

Nasih menyatakan telah mengawasi titik-titik kegiatan mahasiswa yang diduga bisa ditunggangi misi penanaman paham radikal.

Unair mengambil kebijakan untuk membersihkan aktivitas sivitas akademik di kampusnya yang mencurigakan.

Nasih mengungkapkan Unair akan menyusun aturan yang berlaku bagi dosen, mahasiswa, termasuk tenaga kependidikan.

Mereka akan diberi peringatan bertahap jika melanggar peraturan itu.

Halaman
12
Penulis: sulvi sofiana
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help