Malang Raya

Perusahaan Saling Membajak Tenaga Ahli K3

Hal ini karena jumlah tenaga K3 masih minim. Kesenjangan terasakan di porsi ahli muda K3 konstruksi yang masih kurang banyak.

Perusahaan Saling Membajak Tenaga Ahli K3
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Awan Setiawan, Direktur Polinema bersama perwakilan dari 1000 mahasiswa berbagai perguruan tinggi di Malang yang ikut bimtek distance learning ahli muda K3 konstruksi di Polinema, Selasa (15/5/2018). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Minimnya tenaga ahli Keamanan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) membuat perusahaan saling membajak tenaga ahli K3 konstruksi.

Hal ini karena jumlah tenaga K3 masih minim. Kesenjangan terasakan di porsi ahli muda K3 konstruksi yang masih kurang banyak.

"Jadi, cara menciptakan tenaga ahli K3 dengan mengkadernya," jelas Widyo Praseno, Direktur Operasi II PT Brantas Abipraya ( Persero) kepada SURYAMALANG.COM di sela bimtek program sertifikasi K3 konstruksi di Graha Polinema, Selasa (15/5/2018).

Karena itu sebanyak 1000 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Malang mengikuti bintek tenaga ahli muda K3 konstruksi.

Kegiatan itu dilakukan bersama PT Brantas bersama Kementrian PUPR melalui Ditjen Bina Konstruksi dan Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya.

1000 mahasiswa itu harus menjalani bimtek selama dua hari dulu. Selanjutnya mengikuti modul 50 jam.

Jika aktif melaksanakan aplikasi lewat distance learning ( DL) Sibima, maka bisa ikut tes sertifikasi sebagai ahli muda K3 konstruksi.

Mahasiswa yang ikut ini saat ini berada di semester akhir dengan IP minimal 3.

"Saya berharap para mahasiswa serius melaksanakan ini. Jangan sampai mrotol," harap Seno, panggilan akrabnya.

Sebab jika melaksanakan modul 50 jam pembelajaran ini, ini setara bekerja di proyek selama satu tahun. Ke depan, mereka yang telah ikut sertifikasi bisa saja direkrut PT Brantas Abipraya.

Halaman
12
Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help