Malang Raya

Hakim Belum Siap, Pembacaan Vonis untuk Terdakwa Pembunuhan Pantai Ngliyep Tertunda

Hakim PN Kepanjen menunda pembacaan vonis untuk Nadia yang didakwa membunuh temannya di Pantai Ngliyep, Kabupaten Malang.

Hakim Belum Siap, Pembacaan Vonis untuk Terdakwa Pembunuhan Pantai Ngliyep Tertunda
SURYAMALANG.COM/Ahmad Amru Muiz
Nadia Fega Madona meninggalkan ruang persidangan di PN Kepanjen Malang, Rabu (16/5/2018). 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Majelis hakim PN Kepanjen menunda pembacaan vonis untuk Nadia Fega Madona (19).

Nadia didakwa menganiaya temannya sampai meninggal karena persoalan bedak.

Pembunuhan itu dilakukan di Pantai Ngliyep, Kabupaten Malang.

Sidang yang dipimpin Wiwin Arodawanti SH itu ditunda pekan depan dengan agenda pembacaan vonis terhadap Nadia.

( Baca juga : Terkuak, Otak dan Guru Pengebom Surabaya Kini Diburu, Tak Disangka Seperti ini Kegiatannya )

“Kami belum siap membacakan vonis terdakwa. Sidang ditunda pekan depan,” kata Wiwin, Rabu (16/5/2018).

Dalam persidangan sebelumnya, Nadia dituntut dengan 15 tahun penjara, dan denda Rp 50 juta subsider kurungan 3 bulan penjara.

Tuntutan tersebut merupakan tutuntan maksimal sesuai UU 35/2014 tentang perubahan UU 23/2002 tentang perlindungan anak.

( Baca juga : Satpol PP Tulungagung Temukan 3 Pasang Remaja di Kamar Tertutup, Astaga! Juga Ada 12 Kondom )

Dalam persidangan, Nadia terbukti menganiaya temannya sampai tewas.

“Tuntutan itu sesuai dengan tindakan terdakwa dan terbukti di persidangan,” kata Ari Kuswadi SH, JPU Kejari Kabupaten Malang.

Dalam pembelajaan, pengacara terdakwa, Abdul Halim SH merasa tuntutan JPU sangat memberatkan terdakwa.

( Baca juga : Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Tinggalkan Utang, Alamak Nominalnya Sampai Segini )

Sebab, terdakwa melakukan tindakan itu sebagai tindakan membela diri.

Sebab, korban dan terdakwa sempat berkelahi sehingga berebut pisau.

Bila korban berhasil mendapat pisau itu, kemungkinan Nadia yang akan terbunuh.

( Baca juga : Mengharukan! Sambil Sujud, Risma Minta Maaf ke Takmir Masjid dalam Pertemuan di Surabaya )

“Kami berharap vonis lebih ringan terhadap terdakwa.”

“Selain masih muda, terdakwa cukup kooperatif di persidangan, mengakui perbuatanya, dan menyesal atas tindakan yang telah dilakukanya,” tutur Abdul Halim.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help