Teroris Serang Jawa Timur

Kondisi Terkini Ais, Bocah yang Selamat dari Aksi Bom Bunuh Diri Kedua Orangtuanya

"Ada luka yang katanya masih terasa di bagian dalam perut, atau di bagian abdomen seperti kena pukulan benda tumpul," jelas Hasto.

Kondisi Terkini Ais, Bocah yang Selamat dari Aksi Bom Bunuh Diri Kedua Orangtuanya
IS
Ais atau AAP selamat saat kedua orangtuanya melakukan teror bom bunuh diri di Polrestabes Surabaya. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Kondisi bocah perempuan berinisial Ais yang selamat dari bom bunuh diri orangtua dan kakaknya di markas Polrestabes Surabaya, terus membaik. 

Ais kini masih dalam perawatan intensif di RS Bhayangkara, Surabaya. Ia sudah melewati masa kritis dan dipindahkan ke ruang rawat inap.

Seperti diketahui, Ais terlempar dari motor yang dinaiknya bersama ayahnya, Tri Murtono dan ibunya, Tri Ernawati yang meledakkan diri, Senin, 14 Mei 2018.

(Baca: Pesan WhatsApp Terakhir Aipda Auzar kepada Wakapolri, Beberapa Jam Sebelum Gugur Diserang Teroris)

Saat itu, Ais terlempar karena bom orangtuanya meledak, dan sesaat kemudian Ais bangkit sebelum ditolong polisi. Tri Murtono dan Tri Ernawati tewas seketika.

Demikian juga kedua kakak laki-laki Ais: MDAM (anak pertama), dan MDSM (anak kedua).

"Untuk Ais tadi sudah makin baik, sudah bisa diajak bicara dengan pendampingnya," jelas Hasto Atmojo Suroyo, Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Rabu (16/5/2018).

Hasto sudah melihat langsung kondisi sejumlah korban teror bom di RS Bhayangkara.

Menurut dia, khusus untuk Ais mengalami luka yang agak berat di bagian perut dan tangan kiri.

"Ada luka yang katanya masih terasa di bagian dalam perut, atau di bagian abdomen seperti kena pukulan benda tumpul," jelas Hasto.

Namun menurutnya, kondisi Ais sudah membaik daripada sebelumnya.

Sementara kondisi korban anak anak lainnya yang juga di rawat di RS Bhayangkara juga lebih baik lagi.

"Ais ini yang paling parah, tapi sudah membaik yang lainnya malah lebih baik lagi," lanjutnya.

Meski begitu trauma psikis yang dialami anak anak ini jauh lebih berat dari sakit secara fisik yang dialami.

Untuk kondisi psikologis, LPSK akan memberikan fasilitasi bantuan konseling dari jajaran Polda dan beberapa psikolog dari UINSA, untuk menyampaikan materi terkait keagamaan kepada korban anak anak.

Penulis: Wiwit Purwanto
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved