Media Sosial

Perempuan Ini Ungkap Cara Teroris Rekrut dan Tanamkan Paham Radikal ke Mahasiswa dan Pelajar

Seorang wanita membagikan kisahnya saat ia mengganggap dirinya hampir menjadi seorang teroris saat kuliah.

Perempuan Ini Ungkap Cara Teroris Rekrut dan Tanamkan Paham Radikal ke Mahasiswa dan Pelajar
IST
Ilustrasi 

Tari kemudian mengeluarkan sebuah papan tulis putih berukuran sedang.

Diawali doa, Tari mulai mengajarkan ideologi, namun tak ada Alquran.

"Disitu ia menceritakan bahwa Tari menggambarkan Menggambarkan sebuah mobil ketika driver salah mengendarai, masuk kejurang, matilah semua penumpang didalam mobil, begitulah jika disebuah negara pemimpinnya salah, intinya adalah negara ini salah dan kita semua berdosa jika dipimpin dengan pemimpin yang salah," tulis Yunita melanjutkan.

"Kemudian menggambarkan sebuah apel busuk ketika ada didalam kulkas bersama apel-apel yang baik, maka apel yang baik akan tertular busuk, itulah kita jika masih berteman dengan orang kafir dan tidak sepemahaman dengan kita.

"Dari gambaran2 itu, kira-kira paham kan ya maksudnya. Banyak lah ideologi2 yang dia sampaikan. Dan dia menyebut kita harus membangun Negara Islam Indonesia untuk negara yang diridhoi Allah."

"Semakin curiga hati ini ketika dia bilang: "Untuk membangun misi ini diperlukan dana, karena kita membangun sebuah negara baru untuk Allah, dan diperlukan pengorbanan dan ketetapan hati, jadi kamu akan dibay'at di Cimahi (saya kurang inget tepatnya dimana) dengan membawa uang 400rb, jangan bertanya bukankah amal itu seikhlasnya? Tidak.. karena dengan perngorbananmu maka Allah akan tau sampai mana pengorbananmu untuk-Nya. Bahkan ketika kamu berbohong meminta uang ke orang tua atau menjual handphonemu adalah sebuah pengorbanan untuk Allah. Adapun baju yang harus dikenakan adalah kemeja, hijab, celana bahan"

Yunita mengakui ia merasa ia dicuci otaknya dan otaknya hanya mengikuti perkataan dari mereka hingga tak berani berbicara pada teman-temannya.

Lalu ia mencari pendapat lain, dan bertermu 2 orang mahasiswa lainnya yang dianggap sebagai penyelamatnya.

Kisah akhir Yunita ditutup dengan kalimat, "12 tahun sudah berlalu, sekarang Indonesia sedang darurat teroris, dan saya percaya ini bukan cuma sekedar isu.. Sekarang Tari-Tari lain banyak kita temui di sosmed.. jangan biarkan mereka semakin berkembang
Demi NKRI. Demi Agamaku."

Berikut ini adalah cerita lengkap dari Yunita:

*Artikel ini telah tayang di Tribunstyle.com dengan judul Viral Kisah Wanita yang Berhasil Lolos dari Jeratan Aliran Sesat, 'Saya Hampir Jadi Teroris', http://style.tribunnews.com/2018/05/16/viral-kisah-wanita-yang-berhasil-lolos-dari-jeratan-aliran-sesat-saya-hampir-jadi-teroris?page=all&_ga=2.12967031.1180787954.1526291329-772830321.1487728209.
Penulis: Dimas Setiawan Hutomo

Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help