Teroris Serang Jawa Timur

Warga Kampung di Magetan Bersedia Menerima Jenazah Puji Kuswati Sekeluarga

"Bumi dan isinya ini milik Allah SWT, saya dan warga di sini bersedia menerima jenazah Puji Kuswati dan keluarganya," kata kepala desa.

Warga Kampung di Magetan Bersedia Menerima Jenazah Puji Kuswati Sekeluarga
TERORIS SEKELUARGA. Dita Oeprianto dan Puji Kuswati bersama keempat anaknya. 

"Puji Kuswati itu tidak hanya cantik tapi juga pinter. Dia SD di sini, terus melanjutkan ke SMPN 1 Parang, dan kemudian ke SMAN 2 Magetan. Setelah itu sekolah di Surabaya, saya tidak begitu perhatian, tapi Puji Kuswati ikut kartu keluarga Mbaj Rijan," katanya.

Saat ini, lanjut Sucipto, Mbah Rijan sakit dan hanya bisa tiduran di tempat tidur, sedang Mbah Sukar sudah lama meninggal dunia.

Saat Mbah Sukar meninggal dunia, Puji Kuswati sudah menikah dan berdomisili di Surabaya.

"Kalau lebaran ya pulang, tapi jarang menginap. Tapi setiap datang, jarang ada tetangga yang tahu. Sebenarnya Puji Kuswati itu orangnya baik, tidak sombong. Warga sempat kaget, mendengar kabar itu dan berusaha agar tidak didengar Mbah Rijan," kata Sucipto.

Hingga kini, tetangganya pun melarang orang-orang yang ingin menemui Mbah Rijan.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help