Teroris Serang Jawa Timur

Warga Pakis Kabupaten Malang Diciduk Densus 88, Belakangan Terkuak Fakta Sebenarnya

Arifin membantah jika dia dan istrinya merupakan terduga teroris. Ia tidak terlibat apapun dengan hal terorisme.

Warga Pakis Kabupaten Malang Diciduk Densus 88, Belakangan Terkuak Fakta Sebenarnya
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
M Arifin saat berada di rumahnya 

SURYAMALANG.COM, PAKIS - M Arifin akhirnya buka suara. Warga Jalan Kapi Sraba 11, Pakis, Kabupaten Malang itu sempat dibawa Densus 88 Anti Teror untuk dimintai keterangan, Senin (14/5/2018).

Belakangan, ia tidak terbukti terlibat dalam jaringan teroris.

Arifin membantah jika dia dan istrinya merupakan terduga teroris. Ia tidak terlibat apapun dengan hal terorisme.

Ia menjelaskan kalau istri berpakian tertutup atau bercadar hanya untuk syariat Islam. Ia juga menceritakan kronologis penangkapan istrinya di Surabaya.

"Saya ceritakan detailnya, Jumat kemarin istri saya memang ke Surabaya menemui mertua saya. Mertua saya mau umrah Ramadan ini," kata Arifin, Rabu (15/5/2018).

Dilanjutkan Arifin, setelah bertemu orangtuanya, Rohaida berkunjung ke rumah adiknya, Rosalina Afrida di Sidoarjo.

Rohaida lalu mengantar anak Rosalina yang sakit menuju klinik Bhyangkara di Sidoarjo.

"Senin pagi kemenakannya sakit diantar ke klinik terdekat yaitu Klinik Bhayangkara di Sidoarjo sana. Tapi saat masuk ke klinik dengan menggandeng kedua kemenakanya justru istri saya diperiksa oleh polisi bersenjata lengkap. Mungkin karena istri saya dan adiknya cadaran jadi ditangkap," papar Arifin.

Setelah diperiksa di klinik, Rohaida dibawa ke Polresta Sidoarjo untuk diinterogasi. Saat diinterogasi Rohaida memberi kabar ke suaminya.

Arifin menyebut Rohaidah memberi kabar jika ada kesalahpahaman yang membuat istrinya harus diperiksa.

Halaman
123
Penulis: Benni Indo
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help