Malang Raya

Mahasiswi UMM Ingatkan Ortu Agar Tak Lupa Mendongeng pada Anaknya

"Tak harus cerita rakyat atau sejarah. Bisa dengan memakai cerita latar belakang barang-barang yang ada di sekitarnya," ujarnya kepada SURYAMALANG.COM

Mahasiswi UMM Ingatkan Ortu Agar Tak Lupa Mendongeng pada Anaknya
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Immi Tyas bersama boneka Lulu saat mendongeng pada siswa SD di Kota Malang beberapa waktu lalu. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Kesibukan orang tua di era milenial kadang membuatnya tidak memiliki quality time untuk anaknya.

Hal ini terjadi karena tuntutan ekonomi, sehingga ortu sibuk bekerja, dan anak kadang juga dititipkan atau si anak menempuh full day school.

Padahal di Indonesia, budaya bertuturnya tinggi. Namun kurang dimaksimalkan.

Immi Tyas, pendongeng yang juga mahasiswi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyarankan agar tetap ada waktu berkomunikasi dengan anak, misalkan lewat dongeng.

"Tak harus cerita rakyat atau sejarah. Bisa dengan memakai cerita latar belakang barang-barang yang ada di sekitarnya," ujarnya kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (17/5/2018).

Misalkan barang yang dirusak/dirobek seperti buku. Orangtua bisa membuat dongeng tentang bukunya yang menangis sedih karena dirusak. Dengan begitu, anak akan lebih menghargai barang yang ada.

Dengan mendongeng maka bisa merekatkan hubungan anak-orang tua. Bahkan bisa menimbulkan kesan mendalam sebagaimana kisah Tyas menyukai dongeng.

"Iya, sama bapak saya sering didongengi kalau mau tidur," ujar gadis kelahiran Purworejo, Jawa Tengah ini.

Anak keempat dari lima bersaudara itu bersama saudara kandungnya merasakan sukanya dongeng.

"Kadang cerita kancil. Ini sampai saya kelas 1 SD," kata dia.

Halaman
12
Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help