Teroris Serang Jawa Timur

Polisi Sita 28 Buku Tentang Jihad dari Rumah Terduga Teroris di Mojokerto

Dari 28 buku jihad itu rata-rata buku asli yang sebagian besar dicetak di Indonesia. Namun ada juga buku difotokopi.

Polisi Sita 28 Buku Tentang Jihad dari Rumah Terduga Teroris di Mojokerto
mohammad romadoni
TERDUGA TERORIS - Pasukan Detasemen Khusus (Densus) 88 menggerebek rumah Sutris (50) di Desa Betro, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, Kamis (18/5/2018). 

SURYAMALANG.COM, MOJOKERTO - Kapolres Mojokerto Kota AKBP Sigit Dany Setiyono memastikan, penggerebekan di rumah dua terduga teroris di Dusun Betro Barat, Desa Betro, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto tidak menemukan bahan peledak 

Namun, setelah penggrebekan oleh anggota Densus 88 itu, ditemukan 28 buku tentang jihad. Masing-masing memiliki sampul berbeda warna, ada putih, merah, kuning, hitam dan lain-lain.

Pada sampul depan bertuliskan huruf Arab dan Latin. Dari 28 buku jihad itu rata-rata buku asli yang sebagian besar dicetak di Indonesia. Namun ada juga buku yang telah digandakan melalui mesin fotokopi.

Adapun buku berisi jihad itu berisi tuntunan menuju jalan kebenaran.

Ada pula gambar orang seperti lelaki bersorban. Di dalam buku itu, terdapat tulisan huruf Arab dan di bawahnya terdapat terjemahan huruf Latin.

BERITA TERKAIT: Sutris dan Lutvi di Mojokerto Disebut Pengikut Jamaah Ansharut Tauhid

AKBP Sigit Dany Setiyono mengatakan pihaknya hingga saat ini masih memeriksa dua wanita dan dua anak kerabat terduga teroris yang ditangkap oleh anggota Densus 88.

Sedangkan kediaman terduga teroris masih dilakukan penjagaan ketat oleh personel Polres Mojokerto Kota.

"Penjagaan di rumah mereka dilakukan sampai selesai pemeriksaan malam ini saja. Tapi pemantauan terus dilakukan oleh tiga pilar dan ketua lingkungan," ujarnya

Sigit mengatakan, sebagai langkah preventif pihaknya tetap memberlakukan pengamanan ketat di seluruh wilayah hukumnya.

"Untuk pendatang atau orang asing, wajib lapor 1x24 jam," ucapnya.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help