Home »

Batu

Kota Batu

Dewanti Tanggung Biaya Pengobatan Para Korban Ledakan Ketel Uap

Di RS Karsa Husada, terdapat tiga korban yakni Intan (24), Erina (8) dan Zahra (6).

Dewanti Tanggung Biaya Pengobatan Para Korban Ledakan Ketel Uap
benni indo
Walikota Batu Dewanti Rumpoko saat berada di RS Karsa Husada Batu, Jumat (18/5/2018). 

SURYAMALANG.COM, BATU - Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mengunjungi lokasi ledakan ketel uap pembuatan tahu di Jl Wukir Gg 10 RT 1/RW 5 Kelurahan Temas, Kota Batu, Jumat (18/5/2018). Dewanti melihat langsung porak-porandanya rumah setelah ledakan dasyat yang menewaskan satu orang itu tejadi.

Setelah meninjau lokasi ledakan, Dewanti, ditemani Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto mendatangi RS Karsa Husada dan RS Bhayangkara Tingkat IV Hasta Brata tempat para korban mendapat penanganan medis.

Di RS Karsa Husada, terdapat tiga korban yakni Intan (24), Erina (8) dan Zahra (6). Zahra lalu dirujuk RSSA Malang. Sedangkan di RS Bahayangkara Tingkat IV Hasta Brata ada dua korban yakni Didik Setiawan, korban meninggal dan Eni Susana.

Dewanti mengatakan akan menanggung seluruh biaya pengobatan para korban. Selain itu, korban anak-anak juga mendapatkan perlakuan khusus untuk sekolahnya.

Selain itu, Dewanti juga akan melakukan evaluasi terhadap pelaku UMKM di Kota Batu. Pasca kejadian itu, Dewanti menilai perlu ada edukasi kepada para pelaku UMKM agar standar operasionalnya aman.

“Kalau perusahaan besar tentu saja ada izinnya, nah kalau yang kecil-kecilkan tidak ada izinnya. Bahkan RT saja tidak ada izinnya. Perlu ada evaluasi dan edukasi agar tidak terjadi lagi,” kata Dewanti saat berada di RS Karsa Husada, Jumat (18/5/2018).

Dewanti mengatakan kejadian itu cukup memprihatinkan. Apalagi korban adalah keluarga besar yang terdiri dari pasangan suami istri, anak, serta keponakan.

Dewanti juga sudah menginstruksikan ke Kepala Dinas Perdagangan untuk mendata semua orang yang memiliki usaha pembuatan tahu. Setelah itu, Dewanti akan bertemu dengan semua pemilik UMKM pembuatan tahu untuk memberikan edukasi bersama pihak yang ekspert.

“Saya sudah minta Dinas Perdagangan, untuk data-data yang memiliki pabrik tahu kemudian secepatnya dikumpukan. Diadakan edukasi untuk kelayakan sebuah ketel dan pengoperasiannya,” paparnya.

Sekilas tentang usaha yang dijalankan oleh Didik, Dewanti menjelaskan kalau tadinya Didik adalah pekerja di pabrik tahu yang besar. Bermaksud untuk meningkatkan perekonomian sendiri, Didik lalu membuka pabrik sendiri. 

Halaman
12
Penulis: Benni Indo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help