Kota Malang Kembali Jadi Pilot Project Optimalisasi Pajak Daerah di Jatim

BPKP) Pusat kembali memilih Kota Malang sebagai pilot project Optimalisasi Pajak Daerah di Jawa Timur.

Kota Malang Kembali Jadi Pilot Project Optimalisasi Pajak Daerah di Jatim
PILOT PROJECT -Tim Badan Pengawasan Keuangan danPembangunan (BPKP) Pusat menerima cinderamata dari epala BP2D, Ade Herawanto usai menggelar bimbingan teknis (bimtek) bertajuk ‘Optimalisasi Pendapatan Daerah Melalui Pemeriksaan Pajak Hotel danPajak Restoran’ di Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang pada 14-16 Mei 2018. 

SURYAMALANG.COM - Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Pusat kembali memilih Kota Malang sebagai pilot project Optimalisasi Pajak Daerah di Jawa Timur dengan menggelar bimbingan teknis (bimtek) bertajuk 'Optimalisasi Pendapatan Daerah Melalui Pemeriksaan Pajak Hotel dan Pajak Restoran’ di Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang pada 14-16 Mei 2018.

Kepala BP2D Kota Malang, Ir H Ade Herawanto MT berharap, kegiatan ini bisa menjadi sarana sharing ilmu guna meningkatkan kapasitas dan kompetensi para petugas pajak daerah.

“Dari bimtek ini, semoga membuat kami selaku petugas pajak daerah bisa makin kompeten menjalankan tugas. Karena kompetensi bisa diperoleh dari berbagai cara, seperti dari pengalaman kerja, memperoleh portofolio atau referensi pendukung serta dari pendidikan dan pelatihan serta sertifikasi, contohnya melalui bimtek,” beber Ade. 

Kegiatan ini, sebagai wujud komitmen nyata para petugas pajak daerah dalam mengimplementasikan inovasi demi inovasi baru dalam menjalankan tupoksi sebagai petugas pemungut pajak dengan tetap memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. 

“Sebenarnya tiga hari pelaksanaan masih kurang. Semoga ke depannya ada bimtek lanjutan, yang tentunya bersifat tematik dan kondisional,” sambung Sam Ade d’Kross, sapaan akrabnya.

Tim BPKP perwakilan Jatim dan supervisor dari BPKP Pusat, yang terdiri dari Priyanta Eka Nugraha AK CA, Abdul Muttaqien SE, MM AK CA, Thomas Sulistyo Budi SE dan Sri Hariyati SE juga memberikan usulan berupa resume hasil bimtek kepada Pemkot Malang.

Di antaranya, menyangkut peningkatan kompetensi petugas pajak, urgensi adanya akuntan di BP2D serta pentingnya komitmen tinggi dari unsur pimpinan Pemkot Malang dan seluruh jajaran untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak.

Resume yang juga digali dari bimtek ini, di antaranya terkait uji kejujuran dan kepatutan bagi Wajib Pajak (WP) dengan standar regulasi yang jelasdan terbaru, yang diatur melalui Peraturan Daerah (Perda) yang kini sedang direvisi dan Peraturan Walikota (Perwal) yang akan disusun untuk tata cara dan mekanis meregulasi terkait serta menekankan pentingnya sarana dan prasarana penunjang kompetensi petugas pajak daerah.

“Sesuai perintah Bapak Pjs Walikota Malang,  saat ini kami juga terus berupaya berinovasi dan mengoptimalkan sistem sarana prasarana berbasis IT yang menunjang kompetensi petugas pajak dan segala macam mekanisme perpajakan daerah. Saat ini sedang kami ujicobakan dan akan segera dijalankan dalam waktu dekat,” papar Ade lebih lanjut.

Untuk melengkapi sistem Pajak Online (e-Tax) yang realisasi sejak tahun2013 lalu, serta mewujudkan Kota Malang sebagai smart city, inovasi baru yang bakal diluncurkan BP2D berikutnya adalah Sistem Informasi Aplikasi Mobile Pajak Daerah alias ‘SAMADE’, yang di-launching di Balaikota Malang pada Senin (21/5) mendatang.

Halaman
12
Tags
Malang
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved