Surabaya

Elok Kadja, Sukses jadi Desainer Busana, Kini Ingin Jadi Pengacara Top

Perempuan kelahiran 26 April 1987 ini lulus Fakultas Hukum pada 2011. Tapi jiwa bisnis di bidang fashion justru menonjol.

Elok Kadja, Sukses jadi Desainer Busana, Kini Ingin Jadi Pengacara Top
Elok Kadja, perempuan kelahiran Surabaya, 26 April 1987 ini lulus Fakultas Hukum pada 2011. Tapi jiwa bisnis di bidang fashion justru menonjol. Kini, dia ingin jadi pengacara top. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Ada passion yang berbeda saat desainer Elok Kadja beralih profesi menjadi pengacara.

Tak hanya sekadar mengejar materi, Elok bisa mengenal sisi kemanusiaan dari kliennya.

Ini yang membuatnya punya obsesi menjadi pengacara profesional dan kantor advokat sendiri.

Perempuan kelahiran Surabaya pada 26 April 1987 ini bercerita, sejak lulus Fakultas Hukum Universitas Wijaya Kusuma pada 2011, jiwa bisnis di bidang fashion muncul.

Dia sempat mendalami desain baju dan sekolah fashion di Arva School selama setahun. “Setelah sekolah fashion, saya benar-benar fokus pada usaha baju batik,” terangnya, Senin (21/5/2019).

Saat usaha baju batiknya berkembang, dia mulai membuka toko di PTC. Dia juga sering menitipkan baju batik hasil kreasinya ke KJRI Penang dan KBRI Malaysia.

Saat itulah, baju-baju buatannya mulai dikenal dan hidupnya mulai mapan. Saat itu, dia hanya memikirkan keuntungan dan bajunya laris.

“Namun ini berubah, ketika banyak teman yang malah minta arahan kalau kena tilang atau masalah hukum. Saya juga heran, kok banyak yang minta pendapat pada saya, meskipun saya memang lulusan hukum,” ujar pengidola Hillary Clinton ini.

Dari sini, dia lalu berpikir bahwa banyak hal yang bisa didalami dari ilmu hukum. Dari saran pengacara M Sholeh, Elok akhirnya banting stir dan menjadi pengacara sejak 2016 lalu.

Bekerja di kantor pengacara Sholeh and Partner, Elok menangani 10-15 kasus, terutama kasus cerai dan keluarga. Dari sini juga, dia paham bagaimana kesulitan masyarakat bawah.

“Jadi pengacara tak hanya mengejar materi, tapi bagaimana membantu orang lain dari pendampingan hukum,” ujarnya.

Dia pun bertekad akan fokus di dunia pengacara secara profesional, dan akan memiliki kantor sendiri. Tak hanya itu, dia juga berobsesi ingin seperti advokat nasional, Elza Syarif.

“Dengan membantu orang yang kesusahan, saya ingin bisa jadi pengacara terkenal,” pungkasnya.

Penulis: Sudharma Adi
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help