Banyuwangi

Anggota DDRD Banyuwangi Berdalih Tidak Mengatakan Soal Bom di Bandara

Basuki Rachmad dari Hanura, dan Naufal Badri dari Gerindra, membantah mengatakan bom di Bandara Banyuwangi, Rabu (23/5).

Anggota DDRD Banyuwangi Berdalih Tidak Mengatakan Soal Bom di Bandara
haorrahman
Naufal Badri, anggota DPRD Banyuwangi dari Partai Gerindra. 

SURYAMALANG.COM, BANYUWANGI - Dua anggota DPRD Banyuwangi, Basuki Rachmad dari Hanura, dan Naufal Badri dari Gerindra, membantah mengatakan bom di Bandara Banyuwangi, Rabu (23/5/2018).

Kedua anggota dewan tersebut oleh pihak keamanan Bandara diserahkan ke polisi. Saat dibawa ke kantor polisi, Basuki membantah dirinya mengatakan bom.

"Tidak, saya tidak mengatakan itu," kata Basuki singkat.

Basuki Rahmad, Anggota DPRD Banyuwangi dari Partai Hanura.
Basuki Rahmad, Anggota DPRD Banyuwangi dari Partai Hanura. (haorrahman)

Hal yang sama dilontarkan Naufal. Menurutnya pernyataan tentang bahan peledak, bukan mengarah pada bom.

"Bahan peledak kan banyak. Korek api juga bahan peledak," kata Naufal.

Namun berdasarkan laporan, Naufal dinyatakan tidak clear dan harus diperiksa karena menyatakan kepada pramugari bahwa tas yang dibawanya berisi bom, saat berada di dalam pesawat.

Selanjutnya Basuki dan Naufal diminta untuk turun dari pesawat oleh petugas Avsec, didampingi polisi dan dinyatakan tidak clear untuk diberangkatkan.

Lalu kedua penumpang tersebut turun untuk dibawa ke Posko Avsec dan sebagai tindakan akhir diserahkan kepada pihak kepolisian.

Diketahui Basuki dan Naufal hendak ke Jakarta, bersama sekitar 30 orang rombongan DPRD Banyuwangi. Namun karena kejadian ini, dua orang tersebut gagal berangkat ke Jakarta.

Tags
Banyuwangi
Penulis: Haorrahman
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help