GALERI FOTO - Ketika 20 Perempuan Cantik Berhijab Pakai Baju Model Tahun 1920-an

Sebanyak 20 perempuan berjilbab melenggak-lenggok di atas catwalk sambil memamerkan baju bergaya tahun 1920an di Atrium Oval Ciputra World.

GALERI FOTO - Ketika 20 Perempuan Cantik Berhijab Pakai Baju Model Tahun 1920-an - para-grand-finalist-hijabers-surabaya-model-search-2018_20180527_202205.jpg
delya octovie
Para Grand Finalist 'Hijabers Surabaya Model Search 2018' melenggak-lenggok mengenakan gaun bertema film 'The Great Gatsby', di atrium oval mal Ciputra World Surabaya, Minggu (25/5/2018)
GALERI FOTO - Ketika 20 Perempuan Cantik Berhijab Pakai Baju Model Tahun 1920-an - para-grand-finalist-hijabers-surabaya-model-search-2018_20180527_202243.jpg
delya octovie
Para Grand Finalist 'Hijabers Surabaya Model Search 2018' melenggak-lenggok mengenakan gaun bertema film 'The Great Gatsby', di atrium oval mal Ciputra World Surabaya, Minggu (25/5/2018)
GALERI FOTO - Ketika 20 Perempuan Cantik Berhijab Pakai Baju Model Tahun 1920-an - aun-bertema-film-the-great-gatsby-di-atrium-oval-mal-ciputra-world-surabaya_20180527_202414.jpg
delya octovie
Para Grand Finalist 'Hijabers Surabaya Model Search 2018' melenggak-lenggok mengenakan gaun bertema film 'The Great Gatsby', di atrium oval mal Ciputra World Surabaya, Minggu (25/5/2018)

SURYAMALANG.COM, SURABAYA – Sebanyak 20 perempuan berjilbab melenggak-lenggok di atas catwalk sambil memamerkan baju bergaya tahun 1920an di Atrium Oval Ciputra World, Surabaya, Minggu (27/5/2018).

Mereka adalah finalis Hijabers Surabaya Model Search, yang tengah memamerkan gaun terinspirasi film ‘The Great Gatsby’, namun dengan sentuhan modern.

Baju-baju tersebut rupanya adalah hasil kreasi mereka sendiri.

Dua puluh calon model ini berhasil menyisihkan delapan puluh peserta lainnya, yang dipilih pada tanggal 13 Maret 2018 di Royal Plaza, Surabaya.

Pada grand final ajang yang telah digelar sejak 2011 ini, ada sepuluh besar finalis yang akan di ambil, kemudian berlanjut hingga lima besar.

Antania Febriana, satu di antara juri, menginginkan pemenang tidak hanya unggul dari segi performance panggung, tetapi juga perilaku mereka.

“Sebagai model apalagi berhijab, tentu perlu attitude yang baik. Maka dari itu, poin paling besar adalah penilaian selama karantina, karena ketika itu kami bisa melihat bagaimana perilaku calon model sebenarnya,” jelasnya kepada SURYAMALANG.COM.

Karantina berjalan selama lima hari.

Selama itu pula, para peserta dibekali kemampuan public speaking, modelling, kepribadian, dan organisasi.

“Kalau dibanding sama pertama kali mereka audisi 100 besar, itu kelihatan sekali perbedaan performance mereka. Kelihatan hasil keluaran karantina jadi lebih baik,” tambahnya.

Setelah attitude, penilaian selanjutnya melibatkan keseluruhan performance di atas panggung, serta jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang dilempar secara acak oleh MC.

Selain itu, ada pula penampilan unjuk bakat dari tiap peserta.

“Unjuk bakat ini baru diadakan sejak tahun lalu, dan kebetulan memang seluruh peserta punya bakatnya masing-masing yang bisa ditampilkan,” jelas Wafa’ Okbah, juri sekligus pemenang Putri Muslimah Indonesia 2015.

Bagi para pemenang, nantinya mereka bisa ikut berbagai kegiatan Hijabers Surabaya, seperti fashion show, hingga menjadi model katalog brand-brand muslim yang bekerja sama dengan komunitas tersebut.

Penulis: Delya Octovie
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help