Punya Riwayat Sakit Tertentu? Begini Cara Mengatur Makan Saat Puasa

Bagi anda yang punya riwayat sakit diabetes, hipertensi, atau penyakit lainnya yang harus menjaga pola makan.

Punya Riwayat Sakit Tertentu? Begini Cara Mengatur Makan Saat Puasa
pixabay
ILUSTRASI 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Bagi anda yang punya riwayat sakit diabetes, hipertensi, atau penyakit lainnya yang harus menjaga pola makan, perlu hati-hati saat bulan puasa.

Estiningtyas N, SKM., MARS, ahli kesehatan masyarakat Adi Husada Cancer Center (AHCC) menjelaskan setiap mereka yang punya riwayat penyakit tertentu sebenarnya sudah memiliki pola dietnya sendiri.

Hanya saja saat puasa, mereka harus memperhatikan kompisis nutrisi karena jam makan terbatas.

"Pada prinsipnya pola diet bagi penderita penyakit tertentu harus tetap mengikuti aturan diet seperti biasanya. Hanya pada saat puasa, jam makan terbatasi maka yang perlu diperhatikan adalah kecukupan kalori maupun komposisi nutrisi harus tercukupi sesuai kebutuhan tubuh," terang perempuan berkacamata ini.

Estiningtyas N, SKM MARS, ahli gizi Adi Husada Cancer Center (AHCC) Surabaya
Estiningtyas N, SKM MARS, ahli gizi Adi Husada Cancer Center (AHCC) Surabaya (pipit maulidiya)

Contoh bagi penderita diabetes, mereka tetap harus menerapkan konsep pola makan 3J yaitu jumlah kalori, jenis makanan dan jadwal makan untuk menjaga kadar gula darah.

Pertama, jumlah kalori sebaiknya dibagi, dikonsumsi saat buka 50% dan sisanya dikonsumsi saat sahur. Jumlah kebutuhan kalori tiap orang berbeda, hal ini juga harus dikenali oleh penderita diabetes. Faktor yang mempengaruhi kebutuhan kalori adalah: berat badan, tinggi badan, usia, kondisi tubuh, jenis kelamin dan aktifitas fisik.

Kedua, jenis makanan harus bervariasi dengan komposisi lengkap yaitu, karbohidrat, protein, vitamin, mineral maupun serta.

Ketiga, jadwal makan diubah menjadi 2 kali dan agar asupan energi tetap berimbang sepanjang hari, sebaiknya saat buka konsumsi 10% kalori segera setelah buka, 30% setelah sholat Maghrib dan sisanya 10% dikonsumsi setelah sholat Tarawih. Kemudian untuk sahur, sebaiknya dilakukan saat akhir atau mendekati imsak.

Penulis: Pipit Maulidiya
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved