Tiga Gambar Pada Bungkus Rokok Akan Diganti yang Lebih Menyeramkan

Saat ini, ada lima gambar seram berupa penyakit yang diakibatkan oleh rokok dalam kemasan produk tembakau atau peringatan kesehatan bergambar.

Tiga Gambar Pada Bungkus Rokok Akan Diganti yang Lebih Menyeramkan
cnn
ILUSTRASI - Peringatan bergambar mengerikan dalam kemasan rokok di luar negeri. 

SURYAMALANG.COM, JAKARTA -  Pemerintah akan mengganti tiga gambar seram yang biasa dipasang dalam bungkus rokok karena dianggap kurang menakutkan.

Saat ini, ada lima gambar seram berupa penyakit yang diakibatkan oleh rokok dalam kemasan produk tembakau atau peringatan kesehatan bergambar.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono mengatakan, tiga dari lima gambar seram tersebut diubah karena gambar sebelumnya dinilai kurang efektif dalam mencegah orang mengonsumsi rokok.

Sesuai Permenkes dan PP 109/2012, kata dia, pihaknya mengevaluasi efektivitas gambar tersebut dalam empat tahun.

"Kami maksimalkan gambar dengan kejadian di Indonesia. Melalui kementerian, lembaga swadaya, dan para pemerhati, PHW diganti," kata Anung di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis (31/5/2018), seperti dikutip Antara.

Dia menjelaskan, dua gambar peringatan kesehatan tetap dipertahankan karena dinilai masih efektif dalam pencegahan dan pengendalian prevalensi rokok.

Pemerintah telah melakukan survei untuk mengukur ketidakinginan dan kengerian masyarakat untuk merokok ketika melihat gambar seram tersebut.

"Yang dua masih dirasakan efektif untuk mencegah menggunakan rokok, karena ada nilainya. Kalau yang sudah tidak menakutkan lagi gambarnya kita cari gambar lain, ketemu dua di antaranya di Indonesia," kata Anung.

Dia menjelaskan, perubahan gambar peringatan tersebut akan diimplementasikan oleh industri rokok dalam kurun waktu enam bulan sampai satu tahun.

Pemerintah tengah mengupayakan revisi PP Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan.

Dalam revisi tersebut juga akan dibahas perluasan gambar peringatan bahaya merokok di kemasan rokok dari yang saat ini hanya 40 persen menjadi 60 sampai 75 persen dari keseluruhan kemasan.

Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help