Cerita Irfan Bahri Santri Madura Kenapa Begitu Berani Serang Begal, Sang Paman Ungkapkan Perasaannya
Malam itu, Irfan Bahri tak membayangkan akan jadi malam mencekam baginya akibat dicegat begal.
Penulis: Insani Ursha Jannati | Editor: Insani Ursha Jannati
SURYAMALANG.COM - Siapa Irfan Bachri?
Namanya mencuat dalam waktu singkat seantero dunia maya.
Seorang pemuda yang kedepankan keberanian lawan begal bengis tak berperasaan.
Malam itu, Irfan Bahri tak membayangkan akan jadi malam mencekam baginya akibat dicegat begal.
Pemuda yang ingin nikmati jalan-jalan layaknya pemuda-pemuda lain malah harus berjuang hidup dan mati.
Di Jembatan Summarecon, Bekasi tepatnya.
Bahri saat itu bersama sepupu, Achmad Rafiqi.
Si sepupu memang bergeming saking takutnya.
Namun "takut" bukan termasuk ke dalam kamus Irfan Bahri.
Baca: Marissa Nasution Lahiran Anak Pertama, Warganet Malah Soroti Bagian Hidung, Ada Apa?
Dia melawan balik si begal.
Meski bacokan sudah mendarat di tubuhnya, Bahri tak menyerah begitu saja.
Melawan dan terus melawan, itu yang Bahri lakukan.
Ilmu beladiri yang dia dapatkan dari pesantren, menjadi sokongan terkuatnya malam itu.
Bahri bahkan berhasil merebut celurit yang kemudian digunakannya untuk balik membacok begal yang tak sendirian itu.
Mereka berdua; satu berakhir hidupnya di rumah sakit, sedangkan si sejoli masih kritis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/santri-madura-melawan-2-begal-di-bekasi_20180531_123044.jpg)