Banyuwangi

3.700 Tiket Mudik Gratis Kereta Api Sudah Ludes Terpesan

Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur menyediakan 3.710 bangku mudik gratis, 17-20 Juni. Namun tiket tersebut telah habis ‎terpesan.‎

3.700 Tiket Mudik Gratis Kereta Api Sudah Ludes Terpesan
haorrahman
Kereta Api 

SURYAMALANG.COM, ‎BAN‎YUWANGI - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember, bekerjasama dengan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur menyediakan 3.710 bangku mudik gratis, 17-20 Juni. Namun tiket tersebut telah habis ‎terpesan.‎

Humas PT KAI Daop 9 Jembar Luqman Arif mengatakan semua tiket gratis itu sudah habis. Jumlah tiket gratis yang dikeluarkan tahun ini meningkat dari yang dibagikan tahun lalu, yakni 3.000 lembar tiket.

“Tiket yang berbayar saja sudah hampir habis, apalagi yang gratis, pasti sudah habis juga,” katanya, Sabtu (2/5/2018).

‎Kereta yang melayani mudik gratis adalah KA Probowangi relasi Banyuwangi – Gubeng Surabaya tanggal 17 – 20 Juni dengan jumlah 2.120 seat, sedangkan perjalanan KA Tawangalun relasi Banyuwangi - Malang tanggal 17 – 19 Juni 2018 tersedia 1.590 tiket gratis.‎

Jumlah itu hampir separuh total angkutan 7.944 bangku penumpang per hari, dan tambahan 212 bangku khusus musim mudik 2018.

Pada musim mudik tahun ini PT KAI menambah kereta gerbong kelas ekonomi pada rangkaian kereta api Mutiara Timur, baik siang atupun malam, relasi Banyuwangi dengan tujuan Surabaya.

Gerbong kelas ekonomi tambahan menjadi bagian dari KA Mutiara Timur siang dan malam masing-masing 1, dengan total kapasitas 212 tempat duduk.

"Semoga tambahan itu bisa menampung aspirasi masyarakat," kata Luqman.

Selain penambahan gerbong, Luqman mengatakan pihaknya juga menyiapkan petugas di titik rawan bencana di area kerja mereka, Pasuruan hingga Banyuwangi. Ada 18 titik rawan bencana banjir atau longsor yang akan dijaga petugas selama musim mudik lebaran 2018.

Titik rawan banjir tersebar dari Pasuruan sampai Kecamatan Kabat di Kabupaten Banyuwangi, sedangkan titik rawan longsor berada di sekitar gunung Gumitir, di Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember.

“Kami telah menyiapkan petugas di daerah rawan untuk mengantisipasi hal-hal terburuk. Apabila ditemui tanda-tanda yang membahayakan perjalanan,” kata Luqman.

Penulis: Haorrahman
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help