Tulungagung

Polisi Sita 17,5 Kg Bahan Peledak dari Warga Blitar dan Tulungagung

Polisi menyita bahan peledak seberat 17,5 kilogram dari tiga orang asal Blitar dan Tulungagung.

Polisi Sita 17,5 Kg Bahan Peledak dari Warga Blitar dan Tulungagung
SURYAMALANG.COM/David Yohanes
Kapolres Tulungagung, AKBP Tofik Sukendar menunjukkan bahan peledak yang disita polisi, Senin (4/6/2018). 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG – Anggota Satreskrim Polres Tulungagung menangkap tiga orang yang menyimpan bahan peledak jenis black powder.

Total bahan peledak yang disita sebanyak 17,5 kilogram.

Kapolres Tulungagung, AKBP Tofik Sukendar mengatakan awalnya polisi menangkap dua pemuda asal Desa Gilang, Ngunut, Tulungagung.

( Baca juga : Ucapan Terakhir Razan Najjar Sebelum Tewas Ditembak Tentara Israel )

Dua pemuda itu berinisial AMR (20) dan VNF (21).

Dua pemuda ini ditangkap di lapangan bekas Pabrik Kunir, Desa Kaliwungu, Kecamatan Ngunut pada Sabtu (2/6/2018) pukul 20.30 WIB.

Polisi menyita 5 kilogram bahan peledak dari dua pemuda ini.

( Baca juga : Penampakan Sosok Berwajah Pucat Bikin Wanita Ini Tak Bisa Tidur )

“Bahan peledak ini akan digunakan untuk petasan,” terang Tofik kepada SURYAMALANG.COM, Senin (4/6/2018).

Berdasar keterangan dua pemuda itu, polisi mendapat nama MS (32).

Warga Sukorejo, Udanawu, Kabupaten Blitar ini disebut sebagai pedagang yang menjual bahan peledak ke AMR dan VNF.

( Baca juga : Klasemen MotoGP 2018, Valentino Rossi Mulai Tempel Marc Marquez )

Polisi segera bergerak ke Blitar untuk menangkap MS.

Dari tangan MS, polisi menyita 12,5 kilogram black powder.

“Kami masih kembangkan untuk mengungkap penjual di atasnya,” terang Tofik.

( Baca juga : Liput Tawuran The Jakmania Vs Bonek, Wartawan Ini Kena Pukul, dan Ponselnya Dirampas )

Polisi juga menyita sejumlah selongsong petasan dari kertas.

Juga ada motor Scoopy yang digunakan pelaku untuk membawa bahan peledak ini, dan 71 sumbu petasan.

“Kami berharap masyarakat yang tahu home industri pembuatan petasan segera melapor,” tandas Tofik.

Penulis: David Yohanes
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved